BPJS Kesehatan dan Pemkot Surabaya Targetkan UHC Bulan April 2021

0
49
BPJK Kesehatan dan Pemkot Surabaya Targetkan UHC Bulan April 2021
BPJK Kesehatan dan Pemkot Surabaya Targetkan UHC Bulan April 2021

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah bersepakat untuk bisa menuntaskan masalah kesehatan bagi warga Surabaya paling lambat April 2021.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Surabaya dan bertemu langsung dengan Kepala BPJS Kesehatan Surabaya Betsy M. O. Roeroe, Selasa (2/3/2021).

Eri menjelaskan bahwa bulan Maret ini Pemkot Surabaya menargetkan bisa merampungkan pendataan masyarakat terkait kesehatan, sehingga pada bulan April mendatang semua warga Surabaya tidak ada lagi yang tidak tercover kesehatan.

Baca juga : Kemendikbud Kembali Bagi Kuota Gratis 2021, Ini Penjelasannya

Artinya, Pemkot Surabaya dan BPJS Kesehatan Surabaya menargetkan program Universal Health Coverage (UHC) Kota Surabaya bisa terlaksana pada bulan April 2021.

BPJK Kesehatan dan Pemkot Surabaya Targetkan UHC Bulan April 2021
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Surabaya dan bertemu langsung dengan Kepala BPJS Kesehatan Surabaya Betsy M. O. Roeroe, Selasa (2/3/2021)

“Per 1 april nanti kita harapkan tidak ada lagi warga Surabaya yang tidak tercover layanan kesehatan atau tidak ada lagi warga Surabaya yang tidak bisa berobat meski tidak punya uang,” ujar Eri.

Bahkan mulai saat ini, lanjut Eri, bila warga Surabaya sakit bisa langsung ke puskemas tanpa harus lagi memakai surat kemiskinan, cukup dengan KTP Surabaya.

“Cukup dengan KTP Surabaya langsung dilayani. Kalau ada yang tidak melayani, laporkan,” tegasnya.

Baca juga : Gubenur Khofifah Resmikan Travelator Masjid Agung Sidoarjo, Permudah Jamaah Lansia Beribadah

Eri juga memastikan bahwa bila ada warga Surabaya yang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-nya mati maupun yang semula menjadi peserta BPJS Mandiri tapi kemudian miskin dan tak mampu bayar, maka otomatis akan ditanggung Pemkot Surabaya.

“Kalau seandainya nanti JKN berhenti atau non aktif, maka mereka akan di cover Pemkot. Begitu juga peserta BPJS yang awalnya kelas 1 tiba-tiba jadi miskin, kalau mau turun ke kelas 3 ya bisa. Tapi kalau gak mampu, maka otomatis di cover Pemkot,” tegas Eri.

Sementara Betsy yang ditemui Wali Kota menyampaikan apresiasi pada Pemkot Surabaya yang memiliki kesamaan visi untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi semua warga Surabaya (UHC, red).

Baca juga : Polrestabes Surabaya Siapkan 37 Kamera Tilang Elektronik

“Jaminan kesehatan ini kan amanat undang-undang. Jadi ya harus kita laksanakan dengan baik anatara BPJS Kesehatan dan Pemkot Surabaya. Dan kami bersepakat untuk bisa mencapau UHC Kota Surabaya secepat mungkin. Bahkan tadi Pak Eri sudah memastikan hal itu bisa dicapai di bulan April ini,” terang Betsy.

Dalam kesempatan itu Betsy juga menegaskan bahwa BPJS Kesehata juga terus berupaya untuk memudahkan warga Surabaya dalam memperoleh jaminan kesehatan. Salah satunya dengan memperbanyak sarana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya melalui berbagai aplikasi yang memudahkan.

“Ada banyak aplikasi yang sudah disediakan BPJS Kesehatan yang semua itu bertujuan memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan,” tambahnya.

Baca juga : Astra Kembali Jaring Anak Muda Inspiratif lewat SATU Indonesia Awards

Beberapa aplikasi online yang sudah disediakan, lanjut Betsy, diantaranya ada Mobile JKN, Chat Assistant JKN (Chika) di No 08118750400 dan Voice Interactive JKN (Vika) melalui BPJS Care Center 1500 400, atau juga layanan Pandawa.

Masyarakat Surabaya, lanjut Betsy, bisa memanfaatkan berbagai pilihan layanan online ini untuk hampir semua persoalan yang terkait dengan BPJS Kesehatan. Dan ini semua akan sangat membantu mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Mobile JKN misalnya. Disitu fitur-fiturnya cukup lengkap. Bahkan seperti kondisi pandemi saat ini dimana masyarakat lebih berhati-hati, maka fitur pendaftaran peserta untuk berobat akan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan protopkol kesehatan, tapi tetap bisa mendapatlkan layanan kesehatan,” tambahnya.

Baca juga : Agung : Jadi Pasien BPJS Kesehatan Harus Pintar dan Berani Tanya

“Sekali lagi saya sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya yang sudah memastikan jaminan kesehatan bagi semua masyarakat Surabaya,” pungkas Betsy. (JM01)