BPJS Kesehatan Akan Nonaktifkan Sementara, Peserta yang Belum Lengkapi NIK

0
17
BPJS Kesehatan Akan Nonaktifkan Sementara, Peserta yang Belum Lengkapi NIK
BPJS Kesehatan Akan Nonaktifkan Sementara, Peserta yang Belum Lengkapi NIK

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan nonakrifkan sementara peserta yang belum dilengkapi data NIK. Karena itu BPJS Kesehatan akan meluncurkan Program Registrasi Ulang (GILANG) untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang belum melengkapi data nomor induk kependudukan (NIK).

Hal ini dilakukan berdasar temuan pada 2018 dari hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menunjukkan bahwa masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum melengkapi data administrasi mereka. Padahal itu penting untuk integrasi data.

Dari hasil temuan tersebut, pada bulan September 2020 lalu, disepakati akan ada penyarigan data peserta yang belum melengkapi NIK.

Baca juga : BPJS Kesehatan Beri Keringanan Bayar Iuran Melalui Mobile JKN

Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Wiedho Widiantoro menjelaskan, program GILANG ini akan dimulai pada awal November. Dimana nantinya, peserta yang belum dilengkapi data NIK, akan di nonakrifkan sementara.

“Ini di nonaktifkan sementara aja. Kepesertaan akan kembali aktif saat mereka sudah melengkapi data NIK,” terangnya, saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan .

Wiedho juga menambahkan, dengan penonaktifan ini, diharapkan bisa lebih efektif. Karena saat ada peserta yang hendak memanfaatkan jaminan sosialnya, akan terlihat apakah datanva sudah lenpkap atau tidak.

Baca juga : Optimalkan Pelayanan Nontatap Muka, BPJS Kesehatan Maksimalkan Penggunaan Teknologi

“Nanti sistem yang dimiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) akan mengetahui penyebab kepesertaannya nonaktif. Dan jika karena NIK yang belum terinput, maka peserta tinggal menyerahkan datanya ke petugas. Kemudian, dibantu untuk menginput. Setelah itu, BPIS Kesehtan mereka akan aktif kembali,” lanjut Wiedho.

Di cabang Surabava, hingga saat ini tercatat ada 64.849 peserta yang belum melengkapi data NIK-nya. Sebanyak 23.362 diantaranya merupakan peserta dari kategori bayi baru lahir (BBL), dan mayoritas berasal dari pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI.

“Kebanyakan adalah dari mereka yang dulunya merupakan peserta program asuransi kesehatan (Askes), karena bisa jadi, saat itu tidak ada kewajiban untuk memasukkan NIK ke data kepesertaan askes,” tambahnya.

Baca juga : BPJS Kesehatan Surabaya Kenalkan Layanan Via Whatsapp untuk Optimalkan Pelayanan Nontatap Muka

Sementara untuk kasus BBL, kebanyakan orang tua terlambat memasukkan NIK anaknya ke data BPJS Kesehatan. Padahal untuk BBL ini, maksimal ada waktu hingga usia tiga bulan untuk memasukkan NIK ke sistem. Bahkan dari 23.362 bayi baru lahir itu, sebanyak 80,4 persen sudah berusia lebih dari tiga bulan.

“Karena itu, kami sangat berharap kepada orang tua untuk bisa lebih tertib lagi. Saat akta sudah terbit, sebaiknya langsung membenahi kartu keluarga (KK) mereka, Kemudian, data KK yang baru di update ke sistem BPJS Kesehatan,” terang Wiedho.

Wiedho menambahkan, program GILANG ini juga sudah difasilitasi melalui berbagai kanal layanan untuk mempermudah peserta.

“Artinya, mereka tidak perlu datang ke kantor cabang untuk membenahi kepesertaan, cukup melalui melalui media komunikasi dan Kanal Pelayanan Tanpa Tatap Muka yang telah disediakan BPJS Kesehatan yaitu, BPJS Kesehatan Care Center 1500400, Petugas BPJS SATU di Rumah Sakit, kontak PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp) cabang Surabaya dengan nomor handphone 087739901120,” pungkasnya. (JM01)