BCA Minta Izin Bentuk Platform e-Commerce ke BI dan OJK

0
1
BCA Minta Izin Bentuk Platform e-Commerce ke BI dan OJK
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja (istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta izin pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia untuk membentuk platform e-commerce yang akan digunakan untuk mendukung sistem pembayaran UMKM.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja menegaskan,  platform digital tersebut tidak akan dimanfaatkan oleh bank untuk berjualan karena memang bukan merupakan tugas dan wewenang lembaga keuangan.

Menurutnya, platform e-commerce tersebut akan memudahkan bank untuk melakukan analisis transaksi nasabah. Apalagi, lanjutnya, saat ini UMKM di Indonesia belum memiliki super apps yang bisa menempatkan produk-produk lokal.

Jahja juga menambahkan, adanya QR Code Indonesia Indonesian Standard (QRIS) telah akan memberikan dukungan pada platform digital. Hanya saja, hingga saat ini, Indonesia masih membutuhkan digital platform yang melingkupi kebutuhan secara nasional maupun spesifik industri dalam memasarkan produk-produk unggulan.

“Bank memang tidak boleh jualan. Tapi mohon berikan kesempatan bank ciptakan platform e-commerce, bukan untuk jualan, tapi hanya lakukan payment system.  Sebab QRIS sudah adaptif dan bisa dipergunakan di samping payment debit lain,” katanya pada kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8/2020).

Meskipun OJK sedang menyiapkan platform digital yang mewadahi seluruh pelaku UMKM, tetapi pihaknya menyadari perlu ada pemilahan lebih lanjut dari pelaku usaha tersebut. Pasalnya, ada pelaku usaha milenial yang tentunya sudah melek teknologi dan senior milineal yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut.

“Dalam hal ini bank bisa juga menjadikan sarana ciptakan super apps yang bisa menampung semua platform e-commerce. Sebab platform selama ini sebagian besar jual produk ekspor, UMKM kita belum punya superapps yang menempakan produk lokal. Bank mohon support dari OJK dan BI,” tambah Jahja.

Selain itu, Jahja menilai, dukungan kekuatan jaringan juga penting untuk pengembangan digitalisasi UMKM. Meskipun dalam dua tahun ke depan, Indonesia akan menambah 4.000 sampai 8.000 menara BTS, China telah memiliki hingga delapan juta menara BTS.

“Penyebaran BTS dan tower ini penting agar pelaku UMKM tidak kesulitan melakukan transaksi, perlu koordinasi pemda dan departmen terkait dan perbankan dalam penyediaaan platfrom itu,” katanya. (JM01)