Insenti PPnBM Mobil Resmi Diperpanjang Pemerintah, Ini Faktanya

0
1
Insenti PPnBM Mobil Resmi Diperpanjang Pemerintah, Ini Faktanya
Insenti PPnBM Mobil Resmi Diperpanjang Pemerintah, Ini Faktanya (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah kembali memastikan untuk memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk sektor otomotif pada kuartal I tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui fasilitas PPnBM ditanggung pemerintah untuk mobil dengan harga maksimal Rp 200 juta hingga kuartal I-2022.

“PPnBM untuk kendaraan low cost green car (LCGC) untuk harga sampai dengan Rp 200 juta yang PPnBM nya sebesar 3%, akan ditanggung pemerintah (DTP) pada kuartal I-2022,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Minggu (16/1/2022).

Artinya, pemerintah kembali tidak akan mengenakan pajak atau pajak 0% kepada masyarakat yang ingin membeli mobil dengan harga maksimal Rp 200 juta.

Baca juga : Presiden Pastikan Pemberian Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Gratis

Namun demikian, insentif ini akan dilakukan penyesuaian secara bertahap, dimana setelah kuartal I pemerintah memberikan diskon 3% (atau full), maka di kuartal II-2022, pemerintah hanya akan memberi diskon sebesar 2% (pembeli harus membayar PPnBM sebesar 1%).

Begitu juga untuk kuartal III-2022, pemerintah hanya akan menanggung PPnBM sebesar 1% (pembeli membayar PPnBM sebesar 2% sisanya). Dan pada kuartal IV-2022, pembeli harus membayar penuh PPnBM sesuai tarif, yaitu 3%.

Airlangga juga menegaskan bahwa Pemerintah juga akan memberikan diskon Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah untuk kendaraan dengan harga Rp 200 – Rp 250 juta pada kuartal I.

Baca juga : Batu Bara Indonesia Jadi Rebutan, Ini Faktanya

“Biasanya, tarif PPnBM kategori ini dibanderol 15%. Nanti pada kuartal I-2022 akan diberikan insentif sebesar 50% DTP (masyarakat hanya membayar PPnBM sebesar 7,5%). Namun di kuartal II-2022, insentif ini sudah tidak ada, jadi masyarakat sudah harus membayar penuh sebesar 15%,” tegas Airlangga.

Diketahui, insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah pada tahun 2021, telah menjadi penyelamat industri otomotif di tengah tekanan pandemi Covid-19.

Bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil baru di Indonesia sepanjang 2021 tercatat sebanyak 887.202 unit (naik 66,7 % dibandingkan dengan 2020 yang sebanyak 532.027 unit secara whole sales). Penjualan retail (diler ke konsumen) sepanjang 2021 juga tidak jauh berbeda, tercatat sebanyak 863.348 unit atau naik 50,3% dari penjualan retail 2020 sebanyak 578.321 unit.

Baca juga : Huawei akan Hadirkan MateBook D15 Baru

Sebagai catatan, penjualan mobil baru di Indonesia pernah terpuruk selama pandemi Covid-19, yakni hanya 7.868 unit pada April 2020 dan makin anjlok pada Mei menjadi 3.551 unit. (JM01)