Investasi Steam Boiler, Suparma Tak Bagi Deviden

0
39
Investasi Steam Boiler, Suparma Tak Bagi Deviden
Investasi Steam Boiler, Suparma Tak Bagi Deviden

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Meskipun laba komprehensif tahun berjalan 2022 Suparma meningkat 4,8% dibandingkan laba komprehensif tahun berjalan 2021 menjadi Rp 330,5 miliar, di RUPS tahun 2023 ini Suparma tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya.

Setelah dikurangi pembentukan dana cadangan wajib sebesar Rp 20 miliar, sisa laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 310,5 miliar, digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Suparma dan untuk investasi yang sebagian besar bertujuan untuk peningkatan kapasitas mesin de-inking serta investasi Steam Boiler yang lebih ramah lingkungan.

Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur menjelaskan, penjualan bersih Suparma pada tahun lalu mencapai Rp 3.138,1 miliar atau mengalami pertumbuhan 12,3% dibandingkan dengan penjualan bersih tahun sebelumnya. Dimana pertumbuhan penjualan bersih tersebut terutama disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas Suparma pada tahun 2022 sebesar 13,1% dibandingkan harga jual rata-ratanya di tahun 2021. Sementara untuk kuantitas penjualan produk kertas Suparma selama tahun 2022 mencapai 212,1 ribu MT.

“Naiknya penjualan bersih Suparma yang melebihi kenaikan beban pokok penjualan, menyebabkan marjin laba kotor tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 22,9% dari semula 21,1% di tahun 2021,” ujarnya, Kamis (8/6/2023).

BACA JUGA : Suparma Catat Peningkatan Penjualan Bersih Sebesar 22,5%

Sepanjang tahun 2022, tambah Hendro, beban penjualan mengalami kenaikan sebesar 14,1% yang terutama disebabkan oleh meningkatnya beban ekspor dan pengangkutan sebesar 11,3%. Sedangkan beban umum dan administrasi mengalami penurunan sebesar 2,8% yang terutama disebabkan oleh menurunnya biaya penanganan Covid-19 sebesar 79,3% seiring dengan kasus Covid-19 yang semakin rendah di Perseroan selama tahun 2022.

“Meskipun beban keuangan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,9% dari semula Rp 33,1 miliar di tahun 2021 menjadi Rp 36,7 miliar di tahun 2022, laba sebelum taksiran beban pajak, laba tahun berjalan dan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan naik masing-masing menjadi sebesar Rp 431,4 miliar, Rp 336,1 miliar dan  Rp 330,8 miliar atau masing-masing meningkat 14,3%, 14,2% dan 4,8%,” jelas Hendro.

Hendro juga menyampaikan bahwa penjualan bersih Suparma untuk periode lima bulan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1.083,1 miliar atau setara dengan 33,8% dari target penjualan bersih Suparma tahun 2023 yang sebesar Rp 3.200 miliar.

Disisi lain, kuantitas penjualan kertas Suparma mencapai 82.849MT atau setara dengan 32,8% dari target kuantitas penjualan produk kertas tahun 2023 yang sebesar 252.400 MT. Sedangkan untuk hasil produksi kertas pada periode lima bulan tahun 2023 sebesar 90.071 MT atau setara dengan 36,2% dari target produksi kertas tahun 2023 yang sebesar 248.600 MT.

BACA JUGA : Suparma Tak Bagikan Deviden Tapi Bagikan Saham Bonus

Pada tahun 2023, perseroan berencana melakukan belanja modal dengan anggaran kurang lebih USD 10 juta untuk pembelian Steam Boiler baru yang lebih ramah lingkungan dibandingan Steam Boiler yang sudah ada. Nantinya Steam Boiler baru tersebut akan meningkatkan kapasitas keluaran steam yang digunakan untuk proses pengeringan kertas sebesar 16% dari semula 155 Ton/hari menjadi 180 Ton/hari.

“Steam Boiler yang baru lebih ramah lingkungan karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara sebesar 25% atau sekitar 60% lebih rendah dibandingkan Steam Boiler Suparma yang sudah ada, serta sisanya memanfaatkan limbah sludge IPAL, limbah plastik dan limbah kayu untuk diubah menjadi energi panas,” jelas Hendro. (JM01)