Jumlah Aset PT Suparma Tbk. Meningkat Hingga Rp 3.409 Miliar

0
25
Jumlah Aset PT Suparma Tbk. Meningkat Hingga Rp 3.409 Miliar
Jumlah Aset PT Suparma Tbk. Meningkat Hingga Rp 3.409 Miliar

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – PT Suparma Tbk. mencatatkan jumlah aset pada 30 September 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp 195,7 miliar menjadi Rp 3.409 miliar atau meningkat 6,1%. Sedangkan Ekuitas pada 30 September 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp 226,4 miliar menjadi Rp 2.288 miliar atau meningkat 11,0%.

Sementara arus kas selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023 mengalami sedikit kenaikan sebesar Rp 17,4 miliar sehingga saldo akhir kas dan bank pada 30 September 2023 mengalami peningkatan Rp 1,8 miliar menjadi Rp 317,0 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun 2022.

Namun demikian, penjualan bersih Perseroan selama periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2023, mengalami penurunan sebesar 17,2% dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama pada tahun 2022.

Penurunan penjualan bersih tersebut disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata produk sebesar 18,5%. Dan pencapaian ini setara dengan 75,1% dari target penjualan bersih Perseroan yang sebesar Rp 2.600 miliar.

Sedangkan untuk pencapaian penjualan bersih selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2023 adalah sebesar Rp 2.177 miliar dimana pencapaian ini setara dengan 83,7% dari target penjualan tahun 2023.

Direktur PT Suparma Tbk. Hendro Luhur mengatakan, meskipun penjualan menurun karena turunnya harga jual rata-rata sebesar 18,5% yang mengakibatkan jumlah laba komprehensif periode berjalan juga turun sebesar 42,4%, namun Perseroan berhasil mempertahankan posisi kas dan bank di kisaran Rp 300 miliar, bahkan mengalami kenaikan masing-masing 5,6% dan 0,6% dibandingkan 31 Desember 2022 dan 30 September 2022.

BACA JUGA : BANI Terus Memasyarakat Lembaga Arbitrase sebagai Lembaga Penyelesaian Sengketa

“Perseroan bahkan dapat melunasi Surat berharga jangka menengah (MTN) sebesar  USD 4.000.000 yang telah jatuh tempo,” ujarnya diacara Paparan Publik dalam rangka ulang tahun pencatatan di Bursa Efek, Senin (20/11/2023).

Sementara itu, lanjut Hendro, bila melihat kuantitas penjualan kertas, Perseroan mengalami peningkatan 2,0%, dari semula sebesar 153.992 MT menjadi 156.995 MT. Pencapaian ini setara dengan 74,8% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan yang sebesar 210.000 MT.

“Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2023 adalah sebesar 177.546 MT atau setara dengan 84,5% dari target kuantitas penjualan kertas tahun 2023,” tambah Hendro Luhur.

Tercatat, hasil produksi kertas Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 1,6 % dari semula sebesar 165.960 MT menjadi 163.248 MT atau setara dengan 74,2% dari target produksi kertas tahun 2023 yang sebesar 220.000 MT, dengan target tingkat utilisasi sebesar 71,9%.

Sedangkan pencapaian produksi kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2023 adalah sebesar 181.907 MT atau setara dengan 82,7% dari target produksi kertas tahun 2023.

BACA JUGA : Tingkatkan Layanan Kebutuhan Nasabah, BSI Area Surabaya Kota Buka Weekend Banking…

Hendro juga memaparkan bahwa Suparma merencanakan Investasi Steam Boiler dengan anggaran ± USD 10 juta, dimana seluruh anggarannya didanai dari kas internal (self financing).

“Perlunya investasi Steam Boiler ini dikarenakan Steam Boiler yang baru lebih ramah lingkungan karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara sebesar 25% atau sekitar 60% lebih rendah dibandingkan Steam Boiler Perseroan yang sudah ada, serta sisanya memanfaatkan sludge, limbah plastik dan limbah kayu untuk diubah menjadi energi panas,” ujar Hendro. (JM01)