KPPU akan Telusuri Dugaan Praktik Monopoli oleh Pinjol Pendidikan Danacita

0
13
KPPU akan Telusuri Dugaan Praktik Monopoli oleh Pinjol Pendidikan Danacita
KPPU akan Telusuri Dugaan Praktik Monopoli oleh Pinjol Pendidikan Danacita

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir adanya ada praktik monopoli pada fasilitas pinjol yang menjerat mahasiswa di beberapa perguruan tinggi. Karena itu, dalam waktu dekat KPPU akan mengundang 83 perguruan tinggi yang telah bermitra dengan Pinjaman Online (Pinjol) Danacita.

Ketua KPPU yang baru, M. Fanshurullah Asa didampingi Kepala Kanwil IV Dendy R. Sutrisno menjelaskan, setelah KPPU melakukan investigasi awal dengan memanggil perusahaan peer-to-peer (P2P) lending Danacita serta pihak Institute Teknologi Bandung (ITB), maka kami akan melakukan pemanggilan pada 83 perguruan tinggi ini untuk memastikan apakah ada praktik monopoli terhadap pinjol pendidikan tersebut.

“Saat ini ada 83 perguruan tinggi di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan pinjol pendidikan Danacita. Karena itu dalam waktu dekat kami akan mengundang para rektor perguruan tinggi tersebut untuk memastikan apakah ada praktik monopoli terhadap pinjol pendidikan tersebut,” ujarnya pada awak media di Surabaya, Kamis (15/2/2024).

Seharusnya, lanjut Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, berdasarkan referensi dari Komisi X DPR RI, untuk pinjaman dana pendidikan atau kuliah, baik pinjol maupun pinjaman biasa itu tidak boleh dikenakan bunga. Tapi faktanya, saat ini di pinjol malah mengenakan bunga.

“Bayangkan, jika bunga pinjamannya sebesar 0,1% per hari kali 30 hari bisa sampai 3% per bulan. Jika ditotal per tahun, berarti bunganya bisa mencapai 36%. Bunga sebesar itu mengalahkan bunga pinjaman komersil. Ini kan sangat di sayangkan, apalagi terkait pendidikan,” tegasnya.

Lebih jauh Ifan menjelaskan, dunia pendidikan merupakan investasi human capital dan bukan sektor bisnis atau komersial. Karena itu tidak perlu adanya bunga.

“Kami tentu tidak ingin mahasiswa menggunakan banyak pinjol yang bisa membuat mahasiswa ini gagal di tengah jalan. Karena enggak bisa lanjut kuliah yang dikarenakan beban bunga yang tidak masuk akal dari pinjol,” ucap Ifan.

Dari sisi persaingan usaha, tambahnya, tentu pihaknya akan melihat apakah kampus hanya merekomendasikan 1 perusahaan pinjol ini saja.

“Nah kalau ternyata memang hanya satu pinjol ini saja, maka potensi monopoli akan terjadi. Dan fokus inilah yang sedang ingin kami telusuri,” pungkasnya.

BACA JUGA : Ini Inisiatif Ketua KPPU Wujudkan Program 100 Hari Kerja

Adapun 83Perguruan Tinggi di Indonesia yang bakal dimintai keterangan KPPU diantaranya:

Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Universitas Presiden (PU), Universitas Nusa Mandiri (UNM), Institut Teknologi PLN (IT PLN), Universitas Tarumanegara (Untar), Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Universitas Ciputra (UC), Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI, Politeknik Pariwisata Prima Internasional, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara,

Horizon University Indonesia, IPMI International Business School, Universitas Paramadina, Tarumanagara Xinya Collage, STIKes Tarumanagara, UniSadhuGuna International Collage, STIE UniSadhuGuna, Sampoerna University, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram), International Design School, Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia – Malang (STIKI Malang)

Universitas Mohammad Husni Thamrin (UMHT), MNC University (STIE MNC), STKIP MNC, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Akademi Pariwisata Nusantara (AKPARNUS), School of Government & Public Policy Indonesia (SGPP), Politeknik Internasional Bali (PIB), Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Universitas Janabadra (UJB), STKIP Kusuma Negara, IDS Digital Collage Ã? Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Indonesia (ITI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, Universitas Sahid Surakarta (USAHID), Universitas Pelita Bangsa (UPB), Universitas Hayam Wuruk Perbanas, Politeknik TEDC Bandung, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, STIE YKPN Yogyakarta, UIN Raden Mas Said, Universitas Ngudi Waluyo, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Slamet Riyadi, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Islam Nusantara (UNINUS), Universitas Binawan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

BACA JUGA : UNESA Virtual Campus Expo Beberkan Perbedaan SNBP 2024 dan Sanksi yang…

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Bumiputera, Universitas Sains dan Teknologi (STEKOM) Semarang, Politeknik Unggul LP3M Medan, Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), Politeknik Negeri Media Kreatif, Monash University, Universitas Gadjah Mada (UGM), LSPR Institute of Communication & Business, Politeknik Negeri Bali, Universitas Warmadewa, Politeknik Industri ATMI Cikarang, Universitas Galuh, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, Akademi Pariwisata NHI Bandung, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang,

Universitas Negeri Surabaya, ITTelkom Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Unika Soegijapranata, Universitas Widya Husada Semarang, Politeknik META Industri Cikarang, Politeknik Harapan Bersama Tegal, Universitas Pancasila, Universitas Siber Indonesia, Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Widya Kartika Surabaya, PINTAR – Universitas Pembangunan Jaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi. (JM01)