Pedili Uang Koin, BI Jatim Gelar Kampanye Peduli Uang Koin

0
22
Pedili Uang Koin, BI Jatim Gelar Kampanye Peduli Uang KoinPedili Uang Koin, BI Jatim Gelar Kampanye Peduli Uang Koin
Pedili Uang Koin, BI Jatim Gelar Kampanye Peduli Uang Koin

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Semakin sedikit dan langkanya uang koin di masyarakat, membuat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) perlu melakukan kampanye peduli koin.

Hal ini dilakukan KPw BI Jatim pada komunitas pendidikan dengan harapan agar siswa, orang tua siswa, guru dan masyarakat luas bisa memanfaatkan atau menabungkan uang koinnya ke bank.

Kepala KPw BI Jatim,  Doddy Zulverdi menjelaskan, saat ini uang koin yang dicetak BI, begitu keluar kadang tidak diketahui perputarannya karena tidak pernah kembali ke BI melalui bank. Kalau uang koin tidak kembali ke bank, tambah Doddy, sebenarnya tidak masalah seandainya memang terjadi perputaran di masayarakat.

Namun faktanya, tambah Doddy, setelah di cek termasuk ke pedagang, perusahaan atau toko-toko ritel, mereka justru kesulitan (mencari uang koin untuk kembalian ke pembeli).

“Ini yang menyebabkan sering toko tidak memberi kembaliannya, mengganti dengan permen, maupun harganya di mark-up supaya harganya full. Sehingga tidak perlu pakai pengembalian yang terlalu banyak. Nah ini kan merugikan konsumen,” terangnya, saat Bincang Bareng Media (BBM) di lantai 4 Gedung BI Jatim Surabaya, Kamis (5/10/2023).

Karena itu Doddy mendorong supaya uang koin itu bisa dimanfaatkan, disetor atau ditabung ke bank. Salah satu caranya adalah melalui kampanye peduli uang koin yang menyasar ke siswa sekolah.

“Jadi kita mendorong orang tuanya juga untuk memanfaatkan, mengumpulkan uangnya. Termasuk kalau enggak dipakai di tabung saja ke bank, jangan disimpan dirumah” jelas Doddy.

BACA JUGA : Transaksi FESyar Regional Jawa 2023 Capai Rp 3,03 Milyar

Deputi Kepala KPw BI Jatim Bandoe Widiarto menambahkan, sasaran kampanye peduli uang koin kali ini agar masyarakat kembali bisa menggunakan uang logam sebagai transaksi pembayaran, atau menabungnya di bank.

“Kita mulai memang dari anak-anak dulu. Dengan harapan supaya anak-anak terutama anak-anak SD, SMP itu mengajak ibu-ibunya bapak-bapaknya. Kalau punya uang koin yang di celengan itu bisa disetorkan, ditabung ke bank lewat sekolah,” imbuhnya

Bandoe berharap, dengan semakin banyaknya uang rupiah logam yang disetor ke BI, maka BI tidak perlu lagi mencetak uang logam. Tapi bisa mengedarkan kembali uang logam itu kepada masyarakat.

Program peduli uang koin ini, tambah Bandoe, sudah mulai dijalankan di sekolah-sekolah. BI juga sudah mulai bergerak dengan melakukan training soal peduli uang koin pada guru-guru.

BACA JUGA : Bank Jatim Launching Dual Banking Leveraging Model untuk Tingkatkan Kinerja UUS

“Sebentar lagi kami akan mengadakan lomba pengumpulan uang koin yang bekerja sama dengan Kemendikbud dan perbankan. Untuk tata caranya sudah kita sampaikan ke sekolah-sekolah. (JM01)