Persempit Ruang Gerak Rentenir, Gubernur Gencar Gulirkan Modal Usaha  Ultra Mikro Zakat Produktif

0
0
Persempit Ruang Gerak Rentenir, Gubernur Gencar Gulirkan Modal Usaha  Ultra Mikro Zakat Produktif
Persempit Ruang Gerak Rentenir, Gubernur Gencar Gulirkan Modal Usaha  Ultra Mikro Zakat Produktif

Jember, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gencar menggulirkan bantuan modal usaha ultra mikro zakat produktif guna mempersempit ruang gerak rentenir.

Menurut Khofifah, pelaku usaha ultra mikro masuk dalam  kelompok masyarakat rentan miskin. Jika ada goncangan potensial menjadi miskin. Kelompok ini, lanjutnya, merupakan yang paling rentan karena tingkat pendidikan dan aksesibilitas sehingga mudah diperdaya oleh sistem keuangan informal yang bernama rentenir atau bank titil.

“Iming-iming mudah mendapat pinjaman akhirnya banyak yang akhirnya terjerat dalam pusaran hutang, bunga berbunga. Bukannya makin sejahtera, justru malah terbelenggu dengan hutang,” kata Khofifah usai menyerahkan bantuan modal usaha ultra mikro zakat produktif  dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada 140 pelaku usaha ultra mikro di Kantor Bakorwil Jember, Senin (14/2/2022).

Di era digital ini, lanjut Khofifah, rentenir juga ikut bertransformasi menjadi pinjaman online alias pinjol ilegal. Modusnya tidak jauh berbeda, yakni memberikan kemudahan dan kecepatan kepada masyarakat untuk mengajukan pinjaman.

Baca juga : Manik-Manik Tembus Eropa, Desa Plumbon Diusulkan Jadi Desa Devisa

“Korban pinjol ilegal sudah banyak bertebaran, saya tidak ingin pelaku-pelaku usaha ultra  mikro di Jatim juga menjadi korban rentenir atau pinjol ilegal,” ujarnya.

Selain menghindarkan dari rentenir, Khofifah menjelaskan bahwa fungsi zakat produktif tersebut juga untuk memompa optimisme pelaku usaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, bantuan zakat produktif untuk modal usaha bagi pelaku usaha ultra mikro di Jember ini dengan jumlah penerima sebanyak 140 orang. Hampir di setiap kunjungan Gubernur Khofifah membagikan  zakat produktif  baik bersumber dari Baznas Jawa Timur maupun dari BUMD Jawa Timur.

“Semoga  program ini bisa menjadi bantalan ekonomi  bagi pelaku usaha ultra mikro  di Jatim,” imbuhnya.

Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Sementara itu, ditempat yang sama, Dinas Perindag  Provinsi Jawa Timur juga menggelar operasi pasar guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Baca juga : BMW Astra Luncurkan Film Serial Pendek Singkong Keju

Menurut Khofifah, seharusnya kelangkaan tidak harus terjadi karena total produksi minyak goreng di Jatim mencapai 63.000 ton per bulan dari total kebutuhan minyak goreng sebanyak 59.000 ton per bulannya. Artinya, terdapat surplus sebesar 4.000 ton setiap bulannya.

“Di pasar tradisional biasanya stok tersedia, tapi harganya jauh dari HET. Saat ini HET untuk minyak goreng dengan kemasan premium Rp 14 ribu per liter, HET minyak goreng dengan kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, HET minyak goreng curah Rp 11.500 per liter. Akan tetapi untuk mendapatkan harga sesuai HET di pasar tradisional ternyata tidak mudah. Sementara di retail modern sering kosong stock nya,” tuturnya.

Khofifah mengaku telah mengkomunikasikan kondisi tersebut dengan Menteri Perdagangan dan bersama Pangdam serta Kapolda melakukan sidak ke pabrik minyak goreng. Hasilnya, diduga ada persoalan dalam pendistribusiannya karena pabrik mengatakan tidak pernah mengurangi jumlah produksi.

Baca juga : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Ajak Lansia dan Masyarakat Berkomorbid Kurangi…

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Khofifah mengajak seluruh satgas pangan di segala lini untuk mengecek alur distribusi. Tujuannya, untuk mencari dimana benang kusut kelangkaan minyak goreng tersebut. Sebab, stok minyak di pusat perbelanjaan modern dan minimarket banyak yang kosong meski telah melakukan Pre Order (PO). (JM01)