Pimpinan DPRD Surabaya Ingatkan Semangat Bung Karno

0
7
Pimpinan DPRD Surabaya Ingatkan Semangat Bung Karno
Pimpinan DPRD Surabaya Ingatkan Semangat Bung Karno

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat semangat perjuangan yang digelorakan Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno). Hal ini disampaikan Adi bertepatan dengan peringatan bulan Bung Karno.

“Itu sebabnya, bulan Juni dikenang sebagai Bulan Bung Karno. Mengutip pesan Bung Karno, kita warisi apinya, jangan abunya,” kata Awi sapaan akrabnya, Sabtu (8/6/2024).

Menurutnya langkah menumbuhkan kesejahterahaan itu kini terus dilakukan melalui segala bentuk kebijakan pemerintah, mulai tingkat daerah, provinsi, hingga nasional, termasuk di Kota Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terang Awi, menyamakan semangat pejuangan Bung Karno dan dinamika persoalan yang muncul seiring perkembangan zaman. Dan beberapa kebijakan itu misalnya, pembebasan biaya pendidikan dan bantuan segeram bagi pelajar dari keluarga miskin SD dan SMP negeri. Kemudian, di bidang kesehatan, biaya pengobatan gratis dengan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah dan warga masyarakat, lanjutnya, juga terus bekerjasama mengentas kemiskinan, pembenahan kampung-kampung, perbaikan rumah tidak layak huni, dan membuka ruang publik bagi masyarakat.

“Surabaya terus tumbuh dan dijaga sebagai kota yang maju, nyaman, dan dihuni beragam penduduk. Toleransi dan gotong royong telah menjiwai Surabaya,” ujarnya.

Awi juga menegaskan bahwa perjalanan Surabaya terkenal kental dengan semangat kepahlawanan tak bisa dilepaskan dari figur Soekarno. Apalagi Surabaya tempat kelahiran “Putra Sang Fajar” julukan Soekarno, Juni 1901, tepatnya di kawasan Kampung Pandean Gang 4 Nomor 40.

“Sekarang, rumah kelahiran Bung Karno sudah menjadi museum, setelah dibeli pemkot saat Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, pada 17 Agustus 2020 lalu,” terangnya.

BACA JUGA : DPRD Kota Surabaya Dukung Revitalisasi THR-TRS

Rumah yang berlokasi satu rangkaian wisata sejarah dengan kediaman tokoh nasional Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang juga menjadi rumah kos Soekarno, di Jalan Peneleh Gang 7 nomor 29-31.

“Bung Karno adalah arek Suroboyo. Beliau lahir dan tumbuh di kota yang kultur masyarakatnya egaliter, blak-blakan, penuh persaudaraan. Karakter ini ikut membentuk dirinya, pikiran dan gagasan-gagasannya,” ucapnya.

Awi mengingatkan, Bung Karno pernah menyebut Surabaya dapur nasionalisme Indonesia. Kota ini pun menjadi tempat pembentukan gagasan Indonesia di masa pemerintahan kolonial Belanda.

Surabaya tercatat dalam ingatan publik sebagai kota yang memainkan peran penting dalam pembentukan kesadaran sebagai bangsa merdeka, dan bebas dari belenggu penjajahan.

BACA JUGA : DPRD Surabaya Inisiasi Sambung Mesra Budaya Jepang dan Jawa lewat Kelas Menulis Hanacaraka

“Ada sejumlah peristiwa besar di Surabaya, salah satunya pertempuran 10 Nopember 1945 di awal kemerdekaan Indonesia, yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa heroik itu didahului dengan perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit dan dicetuskannya Resolusi Jihad oleh para ulama, yang membakar perlawanan hebat dari rakyat terhadap tentara sekutu,” lanjut Awi.

Awi juga berharap semangat dari Bung Karno terus hidup, sekalipun zaman terus berganti.

“Surabaya menyimpan banyak kisah perjuangan, kepahlawanan, dan narasi kebangsaan Indonesia ini menjadi modal penting untuk membangun kesadaran nasionalisme,” pungkasnya. (Adv/JM01)