Surabaya Akan di PSBB Lagi Karena Ketidakdisiplinan

0
8797
Surabaya Akan di PSBB Lagi Karena Ketidakdisiplinan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Surabaya, JATIMMEDIA.COM Peluang Surabaya untuk dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi menjadi sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi.

Dalam paparannya di hadapan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla yang datang ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Joni menjelaskan bahwa dengan kondisi seperti ini, sesuai teori lebih baik dikembalikan ke masa restriksi (PSBB, red).

“Attack rate dan transmission rate Surabaya Raya kembali naik setelah pelonggatan PSBB. Ini mengecewakan. Kalau sesuai teori dengan kondisi ini harusnya revive back to lockdown, kalau kita ya harusnya kembali ke PSBB,” kata Joni, Rabu (17/6/2020).

Joni juga menerangkan, alasan utamanya karena kasus positif Virus Corona atau COVID-19 di Kota Surabaya masih beranjak naik, bahkan bisa dikatakan Covid semakin ganas dengan berakhirnya PSBB.

“Kesadaran masyarakat Surabaya Raya dengan adanya pelonggaran PSBB justru kian menurun untuk mematuhi Protokol Kesehatan. Seperti mengenakan masker, masih banyak yang mengabaikan hal itu. Dan yang masih mencolok adalah kurang disiplinnya penegakan physical distancing,” tambah Joni

Sementara itu, Wakil Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Muhammad Fikser menyampaikan bahwa Surabaya tak ingin PSBB kembali diterapkan di Surabaya.

“Kami terus bekerja untuk bagaimana hal-hal itu tidak terjadi,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Saat ini , lanjut Fikser, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berfokus pada penanganan pandemi Covid-19 secara penuh. Namun, juga tetap mempertimbangkan roda perekonomian warga agar tetap dapat berjalan selaras dengan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Dan ini yang menjadi perhatian khusus oleh Pemkot Surabaya,” tambahnya.

Fikser yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya itu juga menyampaikan bahwa seharusnya dalam situasi seperti ini, semua pihak harus sadar dan bahu membahu untuk menyelesaikan wabah ini.

“Dengan melibatkan partisipasi warga yang kuat, kesadaran warga kita dorong, kita harapkan hal itu tidak terjadi (pemberlakuan PSBB lagi, red),” ungkap Fikser.

Menurut Fikser, sejauh ini, Pemkot Surabaya terus melakukan pola penanganan pandemi ini secara massif

“Kita berharap warga untuk bersama-sama menjalankan kesadaran ini. Jangan sampai PSBB itu diterapkan kembali di Surabaya. Ayo patuhi protocol kesehatan, karena disiplin menjadi kunci keberhasilan,” pungkasnya. (JM01)