Gubernur Khofifah Serahkan Kredit Dana Bergulir pada UMKM

0
0
Gubernur Khofifah Serahkan Kredit Dana Bergulir pada UMKM
Gubernur Khofifah Serahkan Kredit Dana Bergulir pada UMKM

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pemprov Jatim terus melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi untuk meredam dampak akibat pandemi Covid-19. Salah satunya melalui program dana bergulir yang diberikan untuk penguatan modal usaha pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan usaha lainnya.

Penyerahan Kredit Dana Bergulir dalam rangka pemulihan ekonomi Jatim ini  secara resmi diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada perwakilan penerima di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (8/9/2020).

Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kepala Perwakilan BI Jatim, Kepala OJK Regional IV Jatim, Bupati Lamongan, dan Bupati Probolinggo. Serta disaksikan secara virtual oleh Bupati/Walikota se-Jatim.

Dana bergulir ini merupakan program bantuan pembiayaan kredit lunak untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, serta menanggulangi kemiskinan, pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sasaran dana bergulir ini adalah para pelaku UMKM, pelaku IKM, Poktan/Gapoktan, koperasi, BUMDesa, serta Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya. Program Kredit  Dana Bergulir  yang diakselerasi oleh Bank Jatim dan BPR Jatim ini dapat dimanfaatkan untuk skema Petik, Olah, Kemas, Jual pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan dapat juga  dimanfaatkan  untuk skema tunda jual  dengan pola Rekening Koran perbankan.

“Kebijakan pemerintah dana bergulir ini dilakukan agar pelaku usaha dapat menjalankan usahanya kembali, baik skala UMKM dan besar/corporate akibat terdampak Covid-19,” terang Khofifah.

Khofifah berharap, skema dana bergulir ini akan berdampak komprehensif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sehingga secara perlahan akan memberikan daya dorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jatim menjadi lebih baik. 

“Harapan kami melalui penyaluran dana bergulir ini pertumbuhan ekonomi Jatim bisa kembali take off setelah pada Triwulan II Tahun 2020 terkontraksi minus 5,9 persen. Kami harap di Bulan September ini akan ada proses yang lebih maksimal lagi untuk bisa terus berlari kencang,” katanya.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, lanjut Khofifah, diperlukan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kinerja profesionalisme Stakeholder terkait di Jawa Timur bersama dengan  Lembaga Perbankan.

“Tentunya, proses ini harus diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat, baik oleh masyarakat maupun para pelaku usaha. Apalagi pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu diperlukan kehati-hatian untuk bisa menjaga supaya ekonomi tetap tumbuh tapi kesehatan juga terjaga dengan baik.” Tambah Khofifah.

Khofifah juga menambahkan, seperti yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi bahwa kunci agar ekonomi baik adalah kesehatan yang baik, karena kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik.

“Itulah pentingnya rem dan gas dalam penanganan pandemi Covid-19,” terangnya.

Skema Kredit Dana Bergulir di Jatim ini meliputi Kredit modal kerja sampai dengan Rp 300 juta (bunga 3%, 4% dan 6%), Kredit investasi sampai dengan Rp 500 juta (bunga 6%), serta Kredit  Petik, olah,  Kemas,  jual sampai Rp10 Milyar (bunga 6%).

Sementara Kredit untuk IKM sampai dengan Rp 50 Juta (bunga 4%), dan Kredit  dengan pola Rekening Koran (bunga 6%).

Dengan modal dana Rp. 330 miliar, Program Dana Bergulir di Jatim telah  memfasilitasi  17.038  pelaku usaha di Jatim. Kemudian tenaga kerja yang terserap  mencapai ± 36.312 orang yang berkolerasi dapat menurunkan angka kemiskinan di Jatim.

Sejak pandemi Covid-19, Dana Bergulir yang telah disalurkan sejumlah Rp 12,83 miliar, kepada 55 Debitur. (JM01)