Surabaya Siapkan Rapid Tes Gratis untuk Peserta UTBK

0
116
Surabaya Siapkan Rapid Tes Gratis untuk Peserta UTBK
Surabaya Siapkan Rapid Tes Gratis untuk Peserta UTBK - istimewa

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan skema rapid test gratis di Puskesmas bagi warga Surabaya pemegang KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, rapid test gratis bagi pemegang KIP dan MBR itu salah satunya untuk mendukung pelajar dalam mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020.

“Dalam UTBK itu peserta harus melampirkan syarat hasil rapid test non reaktif atau negatif test Swab. Nah, rapid test gratis ini untuk meringankan beban biaya tersebut,” katanya, Jumat (3/7/2020).

Febria juga menjelaskan, rapid test bisa dilakukan di 63 puskesmas yang tersebar di Surabaya dengan tujuan untuk mendekatkan masing-masing peserta. Dan dengan layanan rapid test gratis di puskesmas terdekat ini, diharapkan akan memudahkan peserta UTBK.

“Untuk keperluan ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan 10.000 rapid tes gratis,” tambahnya.

Untuk hari Sabtu dan Minggu (4–5 Juli 2020), pelaksanaan rapid test dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB. Selanjutnya pada Senin–Rabu (6–8 Juli 2020) akan berlangsung mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Berdasarkan catatan Pemkot Surabaya, data pemegang KIPK yang akan mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di 3 lokasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Surabaya mencapai 7.924 orang. Rinciannya; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 2.744 peserta, Universitas Pembangunan “Veteran” (UPN) Jatim sebanyak 786 peserta, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebanyak 4.394 peserta.

Dari total jumlah peserta 7.924 orang itu, sebanyak 4.754 merupakan pemegang KIPK warga Surabaya. Sedangkan sisanya, merupakan warga dari luar Surabaya.

Sementara Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto menambahkan, ketika para calon mahasiswa ini yang hasil rapid test reaktif, maka tidak diperkenankan mengikuti UTBK dan akan dijadwalkan ulang untuk mengikuti ujian.

“Kalau itu warga Surabaya, kita sudah punya standar prosedur, maka kita tempatkan ke hotel dulu untuk isolasi mandiri,” jelasnya. (JM01)