Home Lifestyle Pemprov Jatim Gandeng BYD Edukasi Kendaraan Listrik Lewat Tech-Culture Fest 2026

Pemprov Jatim Gandeng BYD Edukasi Kendaraan Listrik Lewat Tech-Culture Fest 2026

0
18
Pemprov Jatim Gandeng BYD Edukasi Kendaraan Listrik Lewat Tech-Culture Fest 2026
Pemprov Jatim Gandeng BYD Edukasi Kendaraan Listrik Lewat Tech-Culture Fest 2026

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Komitmen untuk mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan terus digelorakan di Jawa Timur. Langkah nyata ini ditunjukkan lewat gelaran BYD Tech-Culture Fest 2026 yang berlangsung di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2–5 Juli 2026.

Acara ini menjadi wadah edukasi strategis bagi masyarakat sekaligus pilar penguat ekosistem kendaraan elektrifikasi di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, mengapresiasi pertumbuhan Surabaya yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, melainkan juga menjelma sebagai kota cerdas dan berkelanjutan.

Bagi Pemprov Jatim, pameran teknologi, aktivitas interaktif, hingga sesi test drive dalam festival ini adalah instrumen krusial untuk mendongkrak literasi otomotif hijau masyarakat.

Secara khusus, Aftabuddin menyoroti inovasi teknologi Dual Mode milik BYD yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan transisi saat ini.

“Teknologi Dual Mode memberikan jawaban atas kebutuhan efisiensi tinggi dan jarak tempuh yang andal, baik untuk mobilitas di perkotaan seperti Surabaya maupun perjalanan antarkota. Ini adalah jembatan teknologi yang sempurna untuk mengakselerasi transisi energi tanpa mengorbankan fungsi mobilitas masyarakat,” ujar Aftabuddin.

Tidak hanya dari sisi teknologi, dukungan Pemprov Jatim juga mengalir atas langkah BYD mengekspansi jaringan dealernya hingga ke wilayah Gresik, Madiun, dan Banyuwangi. Luasnya jaringan purnajual ini diyakini akan mempercepat target penurunan emisi karbon di sektor transportasi Jawa Timur.

Tantangan adopsi kendaraan listrik di Indonesia memang masih membentang. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat tanah air masih mengandalkan kendaraan konvensional.

“Masih ada sekitar 65 persen kendaraan konvensional yang digunakan masyarakat. Perjalanan menuju elektrifikasi tidak bisa dipaksakan karena tidak semua pelanggan siap menggunakan kendaraan listrik murni, baik karena kesiapan infrastruktur maupun kebutuhan mobilitas. Karena itu kami menghadirkan teknologi Dual Mode agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan,” tutur Luther.

BACA JUGA  Virus Corona Angkat Olahraga Virtual E-Sport

Menurut Luther, teknologi Dual Mode tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya bekerja ketika dibutuhkan. Sistem tersebut memungkinkan pengguna tetap merasakan pengalaman berkendara seperti mobil listrik dengan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.