
Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Ratusan alumni program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar pertemuan hangat di SPIN International School, Surabaya, pada Sabtu (14/02).
Acara ini menjadi ajang nostalgia sekaligus berbagi pengalaman berharga bagi para profesional yang pernah menimba ilmu langsung di Negeri Bollywood tersebut melalui beasiswa penuh dari Kedutaan Besar India untuk Indonesia.
Sebagai latar belakang, ITEC adalah program kerja sama teknis unggulan dari Kementerian Luar Negeri Pemerintah India yang telah berdiri sejak 15 September 1964. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui berbagi keahlian teknis, pengalaman kebijakan, dan teknologi terkini.
Manoj Bhat, Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengungkapkan antusiasme yang tinggi dari para profesional Indonesia. Menurutnya, ratusan kandidat mendaftar setiap tahunnya dari seluruh penjuru tanah air.
“Untuk tahun 2026 ini, target kami secara nasional adalah 150 orang, di mana 40 di antaranya berasal dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar Manoj Bhat di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Manoj menjelaskan bahwa program ini menyasar kalangan profesional muda dengan rentang usia 24 hingga 45 tahun. Peserta yang lolos akan menempuh pelatihan di salah satu dari 180 universitas dan lembaga pendidikan terkemuka di India, dengan durasi program yang fleksibel mulai dari 6 hari hingga 6 minggu.
Menariknya, ITEC menyediakan fasilitas Full Scholarship. Pemerintah India menanggung seluruh biaya, meliputi tiket pesawat pulang-pergi, biaya pelatihan, akomodasi, uang saku, hingga studi banding.
Adapun bidang pelatihan yang ditawarkan sangat beragam, mencakup Manajemen, IT, Telekomunikasi, Energi Terbarukan, Bahasa Inggris, Audit, Perbankan, dan bidang teknis lainnya.
Melihat manfaat besar tersebut, Manoj Bhat mendorong pemerintah daerah untuk proaktif. Ia mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) memanfaatkan peluang ini guna meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Program ini sangat baik untuk upgrade kompetensi pegawai yang memiliki potensi. Sasaran kami tidak hanya ASN dan pegawai sektor publik, tetapi juga profesional dari universitas maupun sektor swasta yang sudah mapan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, ITEC telah memberikan dampak positif bagi lebih dari 158 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Karibia, membangun jejaring profesional internasional yang kuat.(JM02)














