
Menanggapi tantangan era modern, Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Dodit W. Probojakti, menggarisbawahi pentingnya inovasi teknologi untuk mendongkrak daya saing BPD. Langkah digitalisasi harus berjalan selaras dengan penguatan tata kelola, sistem keamanan, serta kemampuan bank dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah .
“BPD ke depan tidak cukup hanya resilient dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus kompetitif dalam memenangkan persaingan dan kontributif dalam memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Dodit.
Dodit menjelaskan bahwa pergeseran ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan menjadi pemicu utama BPD untuk terus berbenah. Pemanfaatan teknologi tidak hanya berfokus pada pengalaman transaksi nasabah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas proses bisnis, kualitas layanan, serta pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision).
Melalui kegiatan bedah buku Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive, Prof. Mas’ud ini, diharapkan dapat memperkaya wawasan mengenai arah pengembangan BPD ke depan.
Forum tersebut juga menjadi momentum bagi Bank Jatim yang berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong BPD yang semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan peran Bank Jatim untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus memberikan layanan perbankan yang semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha.(JM02)














