
Sementara Ita Vianty menyampaikan, pemanfaatan Local! Currency Transaction (LCT) dapat menjadi salah satu strategi untuk mendukung peningkatan perdagangan dan investasi dengan negara mitra.
“LCT dapat meminimalisir ketergantungan terhadap mata uang USD,” ujarnya.
Sebagai upaya mendukung pengembangan LCT, Rudy Rahmaddi turut menjelaskan bahwa telah terdapat insentif bea cukai kepada pengguna skema LCT yang diharapkan dapat mendorong peningkatan adopsi oleh pelaku usaha untuk mengakselerasi ekspor.
Sesi pemaparan diakiri oleh Syska Diranti Ventia yang menyampaikan bahwa transaksi LCT secara nasional mengalami kenaikan yang cukup tinggi, namun rasio pengguna masih relatif kecil.
“Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mendorong penggunaan LCT terutama oleh pelaku usaha ekspor dan impor dari dan ke negara yang sudah MoU dengan Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, turut disampaikan beberapa testimoni pelaku usaha pengguna LCT yang menekankan bahwa LCT memberikan kepastian transaksi dan nilai tukar yang menguntungkan.
BACA JUGA : KPPU Lakukan Penyelidikan pada Pertamina Patra Niaga dengan Dugaan Monopoli Pasar…
Rekomendasi utama yang diusung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur untuk mendukung kinerja perekonomian Jawa Timur tetap solid diantaranya mencakup: (1) penajaman fokus pada pengembangan sektor yang memberikan nilai tambah terhadap ekonomi: (2) penguatan investasi dengan meningkatkan kelembagaan forum investasi, (3) percepatan infrastruktur dan konektivitas: serta (4) akselerasi digitalisasi sistem pembayaran Jawa Timur.
Selain itu, mempertimbangkan pangsa ekspor barang dan jasa terhadap perekonomian Jawa Timur yang mencapai 4544 – 56Y6, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur turut mendukung perluasan Local Currency Transaction (LCT) untuk mengakselerasi kinerja ekspor dan investasi.
“Peningkatan transaksi internasional yang dilakukan dalam USD dapat meningkatkan potensi ketidakpastian di pasar. LCT hadir sebagai alternatif untuk meminimasi dampak negatif tersebut,” jelas Erwindo Kolopaking. (JM01)














