
Melalui Program Vokasi Istimewa yang merupakan program unggulan untuk memfasilitasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki untuk meningkatkan kompetensinya. Sehingga lulusan SLB dapat bekerja secara mandiri, baik sebagai wirausaha maupun karyawan di Perusahaan.
“Pada momen Hardiknas ini kami juga ingin menyampaikan terimakasih kepada seluruh lembaga Dudika yang sudah memberikan kesempatan kepda Anak Berkebutuhan Khusus di Jatim untuk bisa bekerja secara profesional di semua Dudika yang ada di Jatim,” katanya.
BACA JUGA : Smartfren Sukses Peroleh Tambahan Frekuensi 2,3 GHz
Pemprov Jatim sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim. Salah satunya melalui program unggulan Gerakan Literasi Sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, juga terus ditingkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta didukung dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan.
Dari berbagai upaya tersebut maka banyak prestasi pendidikan yang telah diraih oleh Provinsi Jatim. Yakni pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur dalam satu dekade ini terus mengalami kemajuan. IPM Jawa Timur meningkat dari 66,06 pada tahun 2011 menjadi 72,75 pada tahun 2022. Selama periode tersebut, IPM Jawa Timur rata-rata tumbuh sebesar 0,90 persen per tahun, artinya bertahan di status tinggi sejak tahun 2017.
Selanjutnya, empat tahun berturut-turut Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak di Indonesia yang diterima masuk PTN jalur SNMPTN/SNBP. Tahun 2020 sebanyak 13.803 siswa, Tahun 2021 sebanyak 16.998 siswa, Tahun 2022 sebanyak 17.807 siswa dan Tahun 2023 sebanyak 23.477 siswa (naik 31,84% dibanding 2022).
Juara umum Olimpiade Sains Nasional selama tiga tahun berturut-turut. Pada Tahun 2020, Tahun 2021 serta Tahun 2022 .
BACA JUGA : JConnect Ramadhan Festival 2023 Catatkan Transaksi Ratusan Juta Rupiah
“Prestasi ini harus kita pertahankan bersama. Terimakasih kepada insan pendidikan di Jatim, baik Guru, Kepala Sekolah, tenaga pendidik, lembaga pendidikan, para siswa, dan semua unsur pendidikan atas segala upaya dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik, berkualitas, dan merata di Jawa Timur,” ungkapnya.
Usai upacara, Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan jajaran Forkopimda Jatim yang hadir meninjau Stand Pameran yang ada di halaman Grahadi Surabaya, dan menyematkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya pada 206 guru di lingkungan Pemprov Jatim. (JM01)














