
Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY).
“Pada awal Mei lalu, Bank Jatim juga telah sukses melaunching JConnect versi terbaru. Sehingga dengan begitu kami targetkan hingga akhir tahun 2026, pengguna JConnect bisa tembus di angka 2 juta,” tutur Dodit.
Pada versi teranyarnya, JConnect membawa 36 fitur unggulan yang dirancang langsung berdasarkan kebutuhan nasabah (voice of customer), diantaranya; Sistem login biometrik yang lebih aman dan praktis, Fitur ganti password mandiri tanpa harus repot mengantre di kantor cabang serta Integrasi top-up kartu uang elektronik langsung di dalam aplikasi.
“Sehingga kini JConnect bukan lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran. Tetapi telah berkembang menjadi platform finansial yang dapat digunakan nasabah untuk kebutuhan harian, mulai dari transaksi, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan keuangan secara lebih praktis dalam satu aplikasi,” terangnya.
Tidak hanya menyasar nasabah ritel, JConnect kini juga menjadi motor penggerak bagi sektor UMKM dan korporasi dalam mengakses modal serta mengelola keuangan bisnis.
Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk tidak memperlambat laju digitalisasinya. Perusahaan percaya bahwa teknologi adalah kunci utama untuk menciptakan sistem keuangan yang inklusif.
“Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan. Sebab kami percaya digitalisasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Jawa Timur maupun nasional,” pungkas Dodit. (JM02)














