Home Ekonomi Bisnis 100 Hari Kinerja Direksi Baru BEI: Fondasi Pasar Modal Kian Solid, Reformasi...

100 Hari Kinerja Direksi Baru BEI: Fondasi Pasar Modal Kian Solid, Reformasi dan Akselerasi Likuiditas Berlanjut

0
10
100 Hari Kinerja Direksi Baru BEI: Fondasi Pasar Modal Kian Solid, Reformasi dan Akselerasi Likuiditas Berlanjut
100 Hari Kinerja Direksi Baru BEI: Fondasi Pasar Modal Kian Solid, Reformasi dan Akselerasi Likuiditas Berlanjut

“Pasar yang semakin dalam membutuhkan lebih banyak cara bagi investor untuk mengambil posisi, melakukan diversifikasi dan melakukan lindung nilai. Kehadiran ETF Emas dan short selling menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia mulai bergerak ke arah ekosistem yang lebih lengkap,” tambahnya.

Mendukung pendanaan berkelanjutan, BEI merilis IDX Green Equity Designation pada 31 Juli 2026 untuk mendongkrak visibilitas saham berbasis hijau di mata investor global.

Di tengah pembenahan ini, partisipasi masyarakat terus meluas dengan total jumlah investor pasar modal yang kini menembus angka 32 juta. Eduardus mencermati bahwa tantangan berikutnya terletak pada peningkatan kualitas partisipasi tersebut.

“Pertumbuhan investor tentu merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana investor yang sudah terdaftar ini semakin aktif, semakin memahami instrumen yang digunakan, dan pada akhirnya menjadi investor yang lebih berorientasi jangka panjang,” ungkap Eduardus.

Fungsi utama bursa sebagai wadah penggalangan dana bagi dunia usaha dipastikan tetap sejalan dengan tata kelola (governance) yang ketat, transparansi kepemilikan, dan kejelasan penggunaan dana emiten.

Bersama OJK dan KSEI, BEI menggarap fondasi investability pasar yang komprehensif. Ini mencakup penguatan klasifikasi investor, target Free Float minimum 15%, hingga penyempurnaan metodologi HSC. Kombinasi faktor-faktor ini dipandang menjadi daya tarik utama bagi pemodal internasional.

“Investor global tidak hanya melihat besar kecilnya pasar, tetapi juga bagaimana kualitas tata kelola, transparansi kepemilikan, ketersediaan saham publik dan integritas pembentukan harga. Karena itu, langkah-langkah yang dilakukan BEI menyentuh hal-hal yang memang fundamental bagi peningkatan daya saing pasar Indonesia,” kata Eduardus.

Meskipun 100 hari pertama merupakan tahap awal dari perjalanan panjang periode 2026–2030, periode ini berhasil menetapkan fondasi pasar yang transparan, likuid, dan resilien.

BACA JUGA  Campina Hadirkan Beragam Produk Es Krim Terbaru

Bagi Eduardus, keberlanjutan reformasi menjadi kunci agar pertumbuhan pasar tidak berhenti pada peningkatan ukuran, tetapi berkembang menjadi pasar yang semakin berkualitas dan dipercaya.

“Dengan menjaga momentum reformasi, ambisi untuk menjadikan BEI semakin besar perlu berjalan seiring dengan upaya membangun pasar yang semakin dalam, transparan, likuid, dan dipercaya investor,” pungkas Eduardus.(JM02)