Home Umum Kisah Dikha, Penari “Aura Farming” : Dukungan PNM Dan Ibu Tangguh

Kisah Dikha, Penari “Aura Farming” : Dukungan PNM Dan Ibu Tangguh

0
23
Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM dan Rayyan Arkan Dikha, penari pacu jalur yang viral dengan tarian "Aura Farming", Jumat (11/07)
Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM dan Rayyan Arkan Dikha, penari pacu jalur yang viral dengan tarian "Aura Farming", Jumat (11/07)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Di balik viralnya tarian “Aura Farming” yang memukau jagat maya, tersimpan kisah inspiratif tentang dukungan seorang ibu tangguh dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Rayyan Arkan Dikha, penari pacu jalur yang kini dikenal luas, adalah putra dari Ibu Rani Ridawati, nasabah setia PNM Mekaar asal Riau. Kisah ini menjadi cerminan komitmen PNM dalam mendampingi perempuan Indonesia, bukan hanya sebagai pengusaha ultra mikro, tetapi juga sebagai pilar utama keluarga.

Ibu Rani Ridawati telah menjadi bagian dari keluarga besar PNM Mekaar sejak tahun 2017. Ia dikenal sebagai sosok ibu yang sabar,tekun dan gigih, memulai usaha warung kecil yang menjajakan aneka jajanan dan minuman. Di tengah keterbatasan ekonomi, Ibu Rani tak pernah berhenti mendukung Dikha yang telah menekuni tari pacu jalur sejak usia sembilan tahun.

PNM mengapresiasi cara Ibu Rani memanfaatkan peluang usaha. Setiap kali Dikha tampil di lomba pacu jalur, Ibu Rani ikut hadir dengan membuka lapak sederhana di area perlombaan. Sembari menjajakan dagangannya, ia tetap bisa menyaksikan penampilan sang putra, menyeka peluh, dan menaruh doa di setiap langkah Dikha. Keteguhan Ibu Rani adalah potret dari jutaan nasabah PNM Mekaar lainnya di seluruh Indonesia, yang menjadikan cinta pada keluarga sebagai kekuatan utama untuk bertahan dan berkembang. Hingga kini, PNM telah melayani 22,4 juta perempuan di seluruh Indonesia yang tersebar di 6.165 kecamatan

Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM, menyampaikan pesan hangat secara langsung kepada Dikha dan Ibu Rani. “Dikha adalah bagian dari keluarga besar PNM, karena emaknya Dikha (Ibu Rani) sudah menjadi nasabah kami sejak 2017. Dikha sekarang sudah dikenal banyak orang, tolong dijaga ya tetap istiqomah, tetap rendah hati, jangan sombong sama teman-teman. Ingat, kalau sudah jadi orang besar, tetap butuh orang lain,” ujar Arief Jumat (11/07)

BACA JUGA  Jaksa Agung Meminta Media Anggota SMSI Kawal Kinerja Jaksa

Ibu Rani pun menyampaikan rasa harunya atas pendampingan yang telah ia terima selama bertahun-tahun. “Terima kasih untuk PNM, terima kasih untuk Pak Arief Mulyadi yang telah membantu keluarga kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

PNM percaya bahwa peran ibu adalah fondasi generasi bangsa. Kisah Ibu Rani membuktikan bahwa kekuatan seorang ibu, didukung ekosistem yang tepat, mampu melahirkan anak-anak hebat yang membawa harum nama daerah dan bangsa. PNM akan terus mengiringi langkah Dikha dengan doa dan harapan, agar ia terus menari di atas keyakinan dan kasih sayang, melangkah berani untuk bermimpi lebih tinggi namun tetap membumi, seperti ibunya yang selalu setia mendampingi bahkan dari balik lapak jajanan yang sederhana. (JM02)