Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memantapkan langkah strategisnya menuju transformasi sebagai Innovation University dengan menjadikan sport science sebagai pilar utamanya.
Visi besar ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Perguruan Tinggi dalam Menjawab Disrupsi Global dan Krisis Dunia” yang digelar di Auditorium Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Sabtu (25/04).
Kepala BRIN, Arif Satria, yang hadir dalam forum tersebut memberikan apresiasi atas kemajuan signifikan yang dicapai Unesa. Ia menilai konsistensi Unesa sebagai kampus yang berfokus pada olahraga merupakan modal penting dalam menghadapi persaingan global.
“Konsep Sport University menjadi arah baru pengembangan Unesa ke depan. Pendekatan riset meluas mencakup aspek sosial, kebijakan, dan industri olahraga,” ungkap Arif.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemandirian teknologi dalam dunia olahraga nasional. BRIN mendorong bidang teknik olahraga di Unesa untuk menghasilkan inovasi peralatan mandiri agar tidak lagi bergantung pada produk luar negeri.
“Kolaborasi ini diyakini meningkatkan kualitas prestasi nasional melalui riset berkelanjutan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, menegaskan komitmen kampusnya dalam mengawal mandat strategis ini. Ia optimistis bahwa sinergi dengan BRIN akan menciptakan kemandirian teknologi yang sangat krusial bagi dunia olahraga tanah air.
“Dengan kolaborasi ini, Unesa akan fokus pada riset yang dibutuhkan, termasuk sektor teknologi olahraga dan sistem latihan mandiri sehingga prestasi atlet Indonesia benar-benar lahir dari kekuatan riset dan teknologi dalam negeri,” tegas Cak Hasan.
Transformasi Unesa tidak hanya berhenti pada capaian prestasi atletik dan teknologi, namun juga merambah pada isu sosial. Deputi Kemenko PMK, Abdul Haris, menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pengangguran dan kemiskinan.
Ia mendorong agar kurikulum kampus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, terutama melalui program Innovation Village (Inovasi Desa) untuk membangun potensi anak muda di pedesaan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan bahwa sport science tetap menjadi kekuatan inti strategi institusi.
Riset yang dijalankan nantinya akan mencakup peningkatan performa atlet secara presisi hingga pengembangan ekosistem industri olahraga yang kompetitif.

“Transformasi ini juga berdampak langsung bagi pemberdayaan talenta olahraga dan insan olahraga di daerah maupun desa,” pungkas Dwi Cahyo.
Melalui integrasi antara riset teknologi olahraga dan pengabdian masyarakat, Unesa kini tengah menempatkan diri sebagai episentrum inovasi yang solutif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban bangsa. (JM02)















