Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Mengubah ruang publik menjadi galeri seni yang hidup, Elyon Christian School kembali menggelar eksibisi seni tahunan bergengsi, LENTARIUM 2026. Berlangsung selama tiga hari penuh dari tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 di Ciputra World Surabaya, pameran kali ini mengusung tema yang mendalam: “Behind the Curtains” (Di Balik Tirai).
Eksibisi ini menjadi panggung kolaboratif yang melibatkan dedikasi para guru serta energi kreatif siswa-siswi kelas 7-12, khususnya mereka yang mendalami mata pelajaran Art & Design serta Digital Media & Design. Melalui tema yang diangkat, pengunjung diajak untuk tidak hanya mengagumi hasil akhir sebuah karya, tetapi juga menyelami proses panjang, trial and error, serta curahan ide yang terjadi di balik layar.
Saat ditemui dalam acara Opening Ceremony pada Jumat (05/06/2026), Kepala Sekolah Elyon High School, Jimy Hartanto, menegaskan bahwa LENTARIUM 2026 bukan sekadar agenda sekolah biasa.
“Behind the Curtains ini bukan sekedar kegiatan biasa, melainkan panggung tempat kreatifitas, semangat dan kerja keras para guru dan siswa Elyon Christian School. Serta, didukung oleh mata pelajaran Seni Rupa & Desain serta Desain Media Digital. Dimana, acara ini menampilkan keindahan yang tersembunyi dibalik setiap karya agung,” ujar Jimy.
Lebih lanjut, Jimy menjelaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai wadah profesional bagi para siswa untuk memamerkan karya mereka, baik yang berbasis media tradisional maupun digital. “Pameran ini juga menjadi bentuk integrasi pembelajaran akademis dengan implementasi nyata di dunia kreatif melalui proses kurasi karya seni,” tambahnya.
Melalui LENTARIUM 2026, Jimy berharap acara ini mampu menjadi ruang interaksi komunitas untuk mengapresiasi proses kreatif sebagai refleksi talenta, sekaligus menjadi jembatan kokoh antara sektor pendidikan formal dan perkembangan industri kreatif di Kota Surabaya.
Dalam LENTARIUM 2026 beragam karya seni akan ditampilkan. Mulai dari karya dua dimensi tradisional seperti lukisan, gambar, dan sketsa, hingga karya digital seperti fotografi, video, animasi, dan website.
Menariknya lagi, pengunjung juga dapat menikmati karya tiga dimensi seperti miniature, clay, crochet, hingga digital 3D model yang menunjukkan keberagaman eksplorasi seni para murid.
Selain menikmati pameran karya seni, pengunjung dapat mengikuti berbagai program interaktif yang disiapkan selama tiga hari penyelenggaraan. Salah satunya adalah PORTFORIUM, sesi bincang langsung bersama murid Secondary dan High School mengenai konsep, proses, dan makna di balik karya mereka.
Terdapat pula IMAGIUM, program melukis terbuka untuk umum usia 10 tahun ke atas dengan tema berbeda setiap harinya, di mana peserta berkesempatan menampilkan dan mempresentasikan hasil karya mereka secara langsung.
LENTARIUM 2026 kali ini menjadi pameran perdana Elyon di ruang publik besar yang dapat diakses masyarakat Surabaya selama 12 jam penuh setiap harinya. Langkah ini diambil setelah melihat respons positif dan antusiasme dari keluarga besar Elyon terhadap penyelenggaraan sebelumnya.

Menutup rangkaian pembukaan, Marcellino Leopatria selaku Ketua Acara LENTARIUM 2026 mengungkapkan harapan besarnya bagi masa depan mentalitas seni para siswa. Melalui ruang publik ini, siswa ditantang untuk keluar dari zona nyaman.
“Melalui acara ini diharapkan siswa-siswi dapat memiliki wadah untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Sekaligus, belajar mengapresiasi karya seni teman-teman sebayanya,” kata Marcellino.
Ia juga berharap LENTARIUM 2026 dapat terus mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menampilkan karya mereka, belajar mengapresiasi seni, serta terbuka terhadap kritik dan apresiasi dari komunitas kreatif yang lebih luas di Surabaya.(JM02)















