Home Umum Juliet: Revolusi Sistem Terpadu Berbasis AI untuk Digitalisasi Sekolah di Indonesia

Juliet: Revolusi Sistem Terpadu Berbasis AI untuk Digitalisasi Sekolah di Indonesia

0
8
Juliet: Revolusi Sistem Terpadu Berbasis AI untuk Digitalisasi Sekolah di Indonesia
Juliet: Revolusi Sistem Terpadu Berbasis AI untuk Digitalisasi Sekolah di Indonesia

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Dunia pendidikan di Indonesia kini memasuki babak baru dalam integrasi teknologi. Platform Jurnal Lintas Elektronik Terpadu, atau disingkat  Juliet.

Resmi diluncurkan di Jatim Expo Surabaya, Senin (16/2), sebagai solusi digital komprehensif yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan manajemen hingga proses belajar mengajar di sekolah.

Berbeda dengan platform pendidikan konvensional, Juliet dirancang sebagai multijurnal yang sangat kompleks namun mudah dioperasikan. Founder Juliet, Anto Arifanto, menjelaskan bahwa platform ini mengintegrasikan seluruh ekosistem sekolah—mulai dari sistem pembelajaran, penilaian otomatis, manajerial keuangan, hingga fitur kontrol parenting bagi orang tua.

“Juliet hadir sebagai sistem one and only di Indonesia karena mampu menyatukan semua kebutuhan sekolah dalam satu sistem terpadu. Bahkan, sekolah yang belum memiliki laman resmi bisa langsung terintegrasi karena kami juga menyediakan fitur pembuatan website sekolah di dalam ekosistem ini,” ujar Anto.

Salah satu keunggulan utama yang menjadi daya tarik Juliet terletak pada fitur Teaching Media Factory. Jika biasanya guru harus menginput tema, subtema, dan kompetensi secara manual satu per satu, teknologi AI di dalam Juliet memungkinkan proses tersebut terjadi secara otomatis.

Co-Founder Juliet, Arif Maulana, menambahkan bahwa sistem ini secara cerdas dapat menghasilkan media pembelajaran dan soal-soal latihan hanya dengan memasukkan tema besar. Selain itu, sistem ini sudah terhubung langsung dengan jam mengajar guru, penggajian (payroll), presensi siswa, hingga laporan nilai akademik yang dapat dipantau orang tua melalui notifikasi WhatsApp.

Founder Juliet, Anto Arifanto, bersama Co-Founder Juliet, Arif Maulana pada saat peresmian Platform Jurnal Lintas Elektronik Terpadu, atau disingkat  Juliet di Jatim Expo Surabaya, Senin (16/2).
Founder Juliet, Anto Arifanto, bersama Co-Founder Juliet, Arif Maulana pada saat peresmian Platform Jurnal Lintas Elektronik Terpadu, atau disingkat  Juliet di Jatim Expo Surabaya, Senin (16/2).

Menariknya, di tengah mahalnya biaya Learning Management System (LMS) yang biasanya mencapai puluhan juta rupiah, Juliet justru menawarkan skema yang sangat merakyat. Melalui skema Koperasi Sekolah Unggul (KSU), sekolah cukup berlangganan dengan biaya Rp500 ribu per bulan.

BACA JUGA  Prof Nasih Kembali Dilantik Jadi Rektor UNAIR

“Pendidikan bukan untuk coba-coba, tetapi harus dimulai dari sekarang, terutama di era AI ini. Oleh karena itu, jika sekolah berlangganan selama satu tahun penuh, kami berkomitmen untuk menyerahkan source code agar dapat dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah,” tegas Anto.

Peluncuran ini mendapat antusiasme tinggi dari ratusan kepala sekolah dan guru di Jawa Timur. Pihak manajemen menargetkan sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta untuk tahap awal registrasi. Tak hanya itu, Juliet juga bersinergi dengan PT Fluence.id sebagai mitra publikasi dan pemasaran digital, guna memastikan sekolah-sekolah pengguna dapat terekspos dengan baik di ranah publik.

Dengan kehadiran Juliet, digitalisasi sekolah diharapkan tidak lagi menjadi beban biaya yang berat, melainkan menjadi jembatan praktis menuju tata kelola pendidikan yang lebih modern dan transparan. (JM02)