Home Umum Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat

Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat

0
6
Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat
Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Di tengah upaya nasional menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan, akses terhadap nutrisi berkualitas tetap menjadi tantangan besar di tingkat lokal.

Merujuk pada Resilient Food Systems Index (RFSI) terbaru dari Economist Impact, Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 dengan score 66,52 negara yang mencerminkan fondasi yang kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses terhadap nutrisi.

Meski demikian, Indonesia masih menghadapi celah pada aspek distribusi dan ketahanan sistem pangan di level masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Cargill menjalankan serangkaian program terintegrasi di Jawa Timur—khususnya di Gresik dan Pasuruan—yang berfokus pada gizi, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

Bagi Yusuf Ronzy, Director, Plant Management, Food Southeast Asia, Australia and New Zealand, program-program ini adalah bentuk penerjemahan data indeks global ke dalam aksi nyata.

“Di Cargill, kami percaya bahwa akses terhadap gizi merupakan hal mendasar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan membangun sistem pangan yang tangguh. Indeks ini menegaskan bahwa penguatan sistem pangan membutuhkan aksi di seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga konsumsi, oleh karena itu di Indonesia, kami menerjemahkan wawasan ini ke dalam program-program nyata berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses terhadap edukasi dan layanan terkait gizi, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Yusuf dalam keterangan resmi, Selasa (26/05)

Di Kecamatan Manyar, Gresik, inisiatif “Laskar Cegah Stunting” hadir untuk mengubah perilaku kesehatan di enam desa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan tambahan (PMT), tetapi juga membekali kader kesehatan lokal dengan kemampuan deteksi dini pertumbuhan anak dan edukasi gizi ibu.

Hj. Nur Cholilah, seorang kader dari Desa Pegaden, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

BACA JUGA  Fokus Tingkatkan Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Tegaskan Surat Rujukan Tetap Perlu

“Sebagai kader, kami mendapat banyak pengetahuan untuk membantu ibu-ibu lainnya. Kami juga ikut mendukung pelaksanaan kelas menyusui, kegiatan parenting, serta rembuk cegah stunting, di mana masyarakat bersama-sama mengenali masalah dan menentukan langkah yang dibutuhkan.”

Bergeser ke Kabupaten Pasuruan, pendekatan yang dilakukan lebih luas mencakup akses sanitasi dan penguatan ekonomi. Tujuh sumur dalam (deep-well) telah dibangun untuk menyediakan air bersih bagi lebih dari 10.000 warga, yang merupakan elemen krusial dalam pencegahan penyakit dan perbaikan gizi.

Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat
Dukung Prioritas Ketahanan Pangan, Cargill Perluas Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat

Selain layanan kesehatan keliling yang menjangkau ratusan lansia dan anak-anak setiap bulan, fokus utama lainnya adalah legalitas dan daya saing UMKM.

Sudarti, Koordinator Griya UMKM dari Desa Ngerong, menjelaskan pendampingan tersebut memiliki dampak nyata bagi para pelaku usaha kecil.

“Usaha yang sebelumnya belum memiliki legalitas dan kemasan standar kini menjadi lebih siap bersaing dan berkembang. Dukungan dalam memfasilitasi pengurusan NIB, sertifikasi halal, hingga pelatihan digital marketing sangat membantu kami.”

Dengan mengintegrasikan edukasi gizi, akses infrastruktur dasar seperti air bersih, dan kemandirian ekonomi, program ini diharapkan menciptakan dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia yang dimulai dari keluarga dan komunitas terkecil. (JM02)