
Untuk mendukung suksesnya Presidensi G20 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan beberapa side events sepanjang tahun 2022, antara lain :
- Pre-event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Jawa Timur,
- Rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBI/BBWI),
- East Java Economic Forum (EJAVEC) berupa webinar dan call for paper,
- Seminar nasional mengenai Presidensi G20 2022,
- East Java Investment Program (EJIPRO) 2022 berupa rangkaian kegiatan Investment Leaders Forum (ILF), Capacity building penyusunan feasibility study proyek investasi, Kompetisi Investment Project Ready to Offer (IPRO) antar daerah (Investment Challenge), Investment Awards, Business Matching, One-on-One Meeting, serta
- Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESYAR) se-Jawa.
Berbicara mengenai Jawa Timur, perekonomian Jawa Timur pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,0% – 5,8% (yoy), atau meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2021.
Baca juga : Sambut Ramadan, Gubernur Khofifah Berlakukan Pemutihan Pajak
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh potensi peningkatan konsumsi Rumah Tangga, Investasi, dan ekspor Luar Negeri dari sisi permintaan, serta bersumber dari lapangan usaha Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, dan Konstruksi dari sisi sektoral.
Selain itu, Jawa Timur juga memiliki potensi investasi yang signifikan dengan multiplier effect yang besar sehingga penting untuk terus diakselerasi dalam rangka mendongkrak perekonomian daerah, mengingat hanya kurang dari 15% pembiayaan proyek strategis sesuai Perpres 80/ 2019 yang dapat didanai oleh Pemerintah via APBN/APBD.
“Untuk itu, investasi perlu dilakukan pada sektor yang memiliki keterkaitan antar sektor (forward dan backward linkage) yang besar yaitu sektor Ketenagalistrikan; Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional; Jasa Perusahaan ; Industri Mamin; dan Jasa Informasi dan Komunikasi,” terang Budi.
Baca juga : Ini 5 Pekerjaan Dengan Prospek Yang Menjanjikan di Masa Depan
Budi juga menegaskan, melalui pertemuan dan diskusi ini, diharapkan dapat terjalin sinergi yang berkelanjutan dan konsisten antara Bank Indonesia Jawa Timur dan perwakilan diplomatik dan/atau kantor dagang dalam mengupayakan promosi investasi dan perdagangan Jawa Timur yang tepat sasaran, mengingat investor setiap negara memiliki karakteristik, concern, dan minatnya masing-masing. (JM01)














