Surabaya, JATIMMEDIA.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran aktifnya dalam ranah pendidikan dan keberlanjutan sosial. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung menyerahkan armada berupa satu unit bus operasional kepada Universitas Surabaya (Ubaya) guna memfasilitasi tingginya mobilitas civitas akademika.
Prosesi penyerahan simbolis armada tersebut telah berlangsung di Kampus Ubaya Ngagel, Surabaya, pada 7 Mei 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Area Head BRI Rajawali Surabaya, Priyo Harjanto, didampingi Pimpinan BRI Kancab Kapas Krampung, Diky Agietama, dan jajaran manajemen. Kehadiran pihak bank disambut hangat oleh Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T., bersama jajaran wakil rektor, dekan, dosen, hingga perwakilan mahasiswa.
Pimpinan BRI Kancab Kapas Krampung, Diky Agietama, menjelaskan bahwa penyaluran bus operasional ini merupakan realisasi konsisten dari komitmen kepedulian sosial perusahaan di kawasan pendidikan.
“Penyerahan satu unit bus ini merupakan bagian dari CSR BRI yang secara rutin dilakukan. Kali ini CSR BRI kami lakukan di lingkungan kampus Ubaya,” terang Diky pada Selasa (11/8/2026).
Langkah ini diambil mengingat skala aktivitas di Ubaya yang terbilang sangat padat. Diky menilai keberadaan sarana transportasi kampus yang memadai akan berbanding lurus dengan kelancaran berbagai agenda pengajaran maupun kegiatan kemahasiswaan.
“Dengan bantuan bus ini, kami berharap bisa mendukung sejumlah program dan aktivitas civitas akademika Ubaya. Dengan begitu, BRI turut mendukung suksesnya proses belajar mengajar bagi mahasiswa di lingkungan kampus Ubaya,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar aksi kepedulian sosial, penyaluran sarana ini menjadi penegas eratnya jalinan kemitraan strategis antara BRI Kancab Kapas Krampung dan Ubaya. Selama ini, sinergi kedua belah pihak telah mencakup berbagai lini operasional keuangan internal kampus, seperti pengisian sistem penggajian (payroll) untuk sebagian dosen dan karyawan melalui BRI, hingga digitalisasi ekosistem pembayaran.
Di lingkungan Ubaya, transaksi non-tunai sudah diintegrasikan lewat pemanfaatan layanan QRIS BRImo pada area kantin (foodcourt) serta sistem retribusi parkir kendaraan. BRI berharap integrasi digital ini dapat terus berkembang seiring dengan tingginya pemanfaatan aplikasi BRImo di kalangan mahasiswa dan milenial.

Diky menyebut fleksibilitas aplikasi BRImo sangat pas dengan gaya hidup generasi muda yang dinamis, sebab platform tersebut dapat digunakan di berbagai titik kegiatan, seperti foodcourt, pusat perbelanjaan, kafe, hingga bandara. Untuk memperluas keterjangkauan akses transaksi fisik di lokasi kampus, pihak bank juga telah merencanakan penambahan infrastruktur penunjang.
“Yang terbaru, kami juga akan menambah unit ATM BRI di kampus Ubaya. Harapannya, agar setiap transaksi di lingkungan kampus Ubaya, baik oleh dosen, mahasiswa maupun karyawan Ubaya, semakin mudah dan cepat,” tutup Diky.(JM02)















