Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan aset sekaligus memperluas akses kepemilikan bagi masyarakat kembali digelorakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Melalui ajang bertajuk Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026, bank pelat merah ini resmi meluncurkan program nasional yang serentak digelar di 18 Region BRI di seluruh Indonesia.
Program skala nasional yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 30 November 2026 ini melibatkan 74 Area BRI dengan target fantastis: sedikitnya 5.000 aset pilihan siap dilelang. Inisiatif ini tidak hanya dirancang sebagai sarana penjualan aset, tetapi juga untuk memperkuat penyelesaian aset secara produktif, transparan, dan berkelanjutan.
Di Jawa Timur, peluncuran program ini menjadi momentum emas bagi BRI Region 12 Surabaya untuk merapatkan barisan dan memperkuat kolaborasi lintas instansi. Sejumlah pemangku kepentingan strategis turut hadir, mulai dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Acara peluncuran di Surabaya dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan penting, di antaranya Regional CEO BRI Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra bersama Kepala Bidang Lelang DJKN Jawa Timur Andi Soegiri, Kepala Bagian Tata Usaha BPN Jawa Timur Risdianto Prabowo, serta para kepala KPKNL wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Pamekasan. Hadir pula perwakilan dari BPN Surabaya I dan II.
Kehadiran para pimpinan instansi tersebut menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menghadirkan ekosistem lelang yang efektif, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum dan prosedural bagi masyarakat.
Regional CEO BRI Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, menjelaskan bahwa program ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar aktivitas transaksi komersial.
“Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 bukan hanya merupakan agenda penjualan aset, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin memastikan aset-aset yang ditawarkan melalui mekanisme lelang dapat kembali dimanfaatkan secara produktif, baik untuk kebutuhan hunian, pengembangan usaha, maupun investasi,” ujar Reza, Senin (12/10/2026).
Menurut Reza, keberhasilan program lelang sangat bergantung pada tiga pilar utama: kekuatan kolaborasi, kemudahan akses informasi, serta dukungan pembiayaan yang tepat sasaran.
“Melalui sinergi bersama DJKN, KPKNL, dan BPN, kami berharap dapat terus mendukung ekosistem lelang yang semakin transparan, profesional, dan terpercaya. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak,” tambahnya.















