
Diketahui, pada tahun 2022, sekitar 33,44% anak usia dini menggunakan handphone, dan 24,96% di antaranya memiliki akses internet. Fenomena kecanduan gadget di kalangan anak-anak semakin meningkat, dengan laporan dari RS Jiwa Menur Surabaya menunjukkan kenaikan sebesar 20%. Dampak negatifnya termasuk keengganan bersekolah dan keterlibatan dalam perilaku negatif, seperti bermain game online secara berlebihan.
“Dengan adanya Panggung Aksi Dumas, saya berharap semakin banyak anak yang dapat menyalurkan emosi serta kreativitas mereka ke dalam kegiatan yang positif dan tidak ketergantungan dengan gadget sekaligus menjadi penghubung bagi orang tua untuk menyadari bahwa bakat sekecil apa pun yang dimiliki oleh anak mereka perlu didukung penuh, disalurkan, dan dikembangkan”, lanjut Syaiful.
Sementara Jesica Christanty, Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak yang turut hadir saat acara menegaskan, pihaknya sangat bangga dapat membantu anak-anak di SD Dumas meningkatkan kepercayaan diri dan mengekspresikan diri mereka.
BACA JUGA : Rayakan HUT ke-29 Ciputra Golf Tournament Hadirkan Hadiah Total 3,5 Milliar
“Panggung Aksi Dumas membuktikan bahwa kreativitas anak-anak layak diapresiasi, serta pentingnya kritik serta masukan yang membangun agar mereka dapat memupuk kepercayaan diri untuk masa depan mereka. Selain itu, tingginya antusiasme dari anak-anak dan warga sekitar yang menyaksikan penampilan ini menjadi ajang yang menarik sekaligus hiburan yang mengesankan,” tutupnya.
Sebagai informasi, kegiatan The Rising Kids 2024 telah dimulai dari bulan Agustus lalu, dengan melibatkan 30 sekolah dasar di wilayah Surabaya. The Rising Kids 2024 ini bertujuan agar anak-anak dapat mengeksplorasi kreativitas dan mengekspresikan emosi secara positif. Kegiatan kreatif membantu anak-anak mengurangi stres, meningkatkan harga diri, dan mengembangkan keterampilan sosial. Kreativitas juga bisa menjadi cara sehat untuk mengelola emosi kuat, dibandingkan menyalurkannya melalui agresivitas. (JM01)














