Klinik Pratama Rawat Inap Putri Rahayu Terapkan Antrian Online Mulai Februari 2020

0
147
Antrian Online mulai di terapkan Klinik Pratama Rawat Inap Putri Rahayu sejak 1 Februari 2020

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Untuk memberikan kemudahan pelayanan dan mengurangi sistem antrian, Klinik Pratama Rawat Inap Putri Rahayu (Klinik Putri Rahayu) yang beralamatkan di jalan Mastrip IX/9, Warugunung-Karang Pilang Surabaya, mulai menerapkan sistem antrian online.

Klinik Putri Rahayu yang berdiri sejak 18 oktober 2002 dan menjadi mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surabaya ini, mulai menerapkan sistem antrian online yang terkoneksi di Mobile JKN milik BPJS Kesehatan mulai 1 Februari 2020

“Untuk aplikasi antrian online ini mulai kami terapkan sejak 1 Februari 2020, atau sejak surat pemberitahuan dari BPJS Kesehatan Surabaya kami terima,” terang Bilal Zaenal Abidin, pemilik/owner Klinik Pratama Rawat Inap Putri Rahayu.

Menurut Bilal, penerapan sistem antrian online ini diterapkan untuk mengantisipasi panjangnya antrian yang selama ini terjadi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Putri Rahayu, yang mencapai kurang lebih sekitar 100 pasien setiap harinya.

Klinik Pratama Rawat Inap Putri Rahayu Mulai Terapkan Antrian Online

“Sebelum kami terapkan aplikasi antrian online ini, kami sering menemui banyak kendala, seperti antrian yang panjang dan bahkan belum terpanggil, juga waktu yang kurang fleksibel,” tambahnya.

Kini dengan diberlakukannya system antrian online ini, maka para peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah bisa mendaftarkan diri pada FKTP Klinik Putri Rahayu melalui Mobile JKN. Dan nantinya pasien tinggal menunjukkan bukti daftarnya.

“Karena masih baru kami terapkan, memang belum banyak yang menggunakan. Sampai saat ini, dari sekitar 100 pasien yang kami layani selama sehari, pengguna aplikasi ini baru mencapai 10 persennya,” terang Bilal.

Untuk meningkatkan pengguna aplikasi antrian online ini, masih menurut Bilal, pihaknya terus melakukan sosialisasi pada para pasien, dengan tujuan agar mempermudah pasien dan menghindari antrian panjang di klinik, juga untuk memperhitungkan kemampuan klinik dalam menangani pasien.

“Untuk sosialisasi sistem antrian online ini, selain dengan cara memberitahukan pada pasien yang datang ke klinik, kami juga menggunakan sarana media sosial dan komunitas-komunitas group WhatsApp yang telah lama kami bentuk,” jelas Bilal.

Bilal juga menjelaskan bahwa pendaftaran antrian online klinik yang merujuk pada aplikasi yang dikeluarkan BPJS Kesehatan yakni Mobile JKN ini, berlaku mulai dari UGD 24 jam, Poli Umum, Poli Gigi, Poli Persalinan, Laboratorium, dan Poli Imunisasi.

“Semuanya telah terintegrasi pada satu aplikasi sehingga memudahkan pasien,” tambahnya, sambil menekankan bahwa untuk masyarakat yang belum menggunakan fasilitas Mobile JKN dan masih melakukan pendaftaran dengan cara datang langsung ke klinik, tetap akan dilayani.

Ditemui secara terpisah, Achmad Syarif Hidayatullah selaku staf TU & Kasie bidang BPJS kesehatan Klinik Putri Rahayu menambahkan, pada dasarnya sistem antrian online dan rujukan online peserta JKN-KIS dengan menggunakan Mobile JKN ini sangat membantu peserta. Termasuk jika mereka kehilangan kartu KIS atau lupa membawa surat rujukan, karena informasi rujukan peserta sudah terekam dalam sistem online baik di FKTP maupun di rumah sakit.

“Jadi peserta JKN-KIS hanya tinggal menunjukkan kartunya saja maka peserta sudah bisa dilayani,” terangnya.

BPJS Prioritaskan FKTP dengan Jumlah Peserta Lebih 5.000 Jiwa

Melalui Surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Surabaya Nomor 169/VII-01/0120 Tentang Sistem Antrian Online Tahap Awal per 11 Januari 2020, BPJS Kesehatan kembali menekankan bahwa sistem antrian online terkoneksi aplikasi Mobile JKN, diprioritaskan untuk FKTP dengan jumlah peserta lebih dari 5.000 jiwa.

“Implementasi aplikasi antrian online pada tahap awal diprioritaskan untuk FKTP dengan jumlah peserta lebih dari 5.000 jiwa. Dan diharapkan paling lambat tanggal 29 Februari 2020, sudah menerapkan aplikasi antrian online ini,” terang Kepala BPJS Kesehatan Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja, sambil menambahkan untuk FKTP dengan jumlah peserta kurang dari 5.000 jiwa, diharapkan juga bisa menggunakan aplikasi antrian online ini, sebagai peningkat mutu pelayanan pada FKTP.

dr. Herman juga menyampaikan perlunya konfirmasi untuk layanan antrian yang sudah jalan selama ini dari semua FKTP, sehingga bisa dilakukan bridging system. Hal ini penting karena peserta JKN-KIS atau orang yang berobat, prinsipnya wajib mendapat kemudahan, kepastian serta kecepatan pelayanan, baik di FKTP maupun FKRT.

“Jadi jangan sampai orang yang mau berobat masih ngantri lama, atau bahkan yang lebih ekstrim, orangnya sudah mengantri lalu dibilang qouta penuh dan diminta datang kembali esoknya. Hal ini jangan sampai terjadi,” pungkas dr. Herman.

Diketahui, hingga saat ini, FKTP yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Surabaya tercatat sebanyak 224 FKTP dengan rincian; 63 puskesmas, 87 klinik pratama, 22 klinik TNI dan Polri, 40 dokter praktik perorangan, dan 12 dokter gigi. (JM01)