Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Kelestarian ekosistem pesisir kini menjadi pertaruhan besar di tengah dinamisnya perubahan iklim. Menanggapi tantangan tersebut, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat komitmen hijaunya melalui program unggulan bertajuk “Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan.”
Program ini fokus pada pembibitan mangrove secara berkelanjutan guna melindungi wilayah pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan.
Meskipun kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove mulai meningkat, proses rehabilitasi di lapangan nyatanya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tantangan utama yang sering ditemui adalah keterbatasan bibit yang mampu bertahan di tengah arus laut yang kuat dan tingginya laju abrasi. Akibatnya, banyak upaya penanaman sebelumnya yang belum memberikan hasil optimal.
Oleh karena itu, TPS merespons kendala tersebut dengan menggandeng kelompok petani lokal, Kompak Mandiri Lestari. Kolaborasi ini bertujuan untuk membudidayakan jenis Rhizophora Mucronata.
Jenis ini dipilih secara khusus karena memiliki sistem akar tunjang yang kokoh, sehingga sangat efektif dalam meredam gelombang dan mencegah pengikisan daratan.
Berbeda dengan jenis mangrove lain yang bisa tumbuh liar secara alami, Rhizophora Mucronata memerlukan perlakuan khusus sejak fase awal. Maka dari itu, TPS menerapkan metode pembibitan adaptif.
Pendekatan ini merupakan strategi berkelanjutan yang menyesuaikan teknik penyemaian, media tanam, hingga waktu penanaman dengan kondisi pasang surut dan salinitas air laut setempat.
Selain itu, keterlibatan petani lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan memadukan pengetahuan tradisional petani dan dukungan teknis dari perusahaan, bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki daya tahan (survival rate) yang jauh lebih tinggi saat nantinya dipindahkan ke lokasi rehabilitasi.
Program yang ditargetkan siap tanam pada April 2026 ini tidak hanya dirancang untuk perbaikan lingkungan semata. Di sisi lain, ada misi pemberdayaan ekonomi yang dibawa. Dengan menjadikan masyarakat pesisir sebagai mitra utama pembibitan, TPS turut membuka peluang pendapatan baru bagi warga sekitar.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menjelaskan bahwa program ini adalah jawaban komprehensif atas kompleksitas masalah di pesisir Surabaya.
“Melalui pembibitan mangrove yang adaptif, kami berupaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperluas manfaat pelestarian. Kami menyadari bahwa menjaga pesisir membutuhkan konsistensi dan kolaborasi nyata,” ujar Erika.
Inisiatif ini mempertegas peran TPS yang tidak hanya berfokus pada kelancaran logistik di terminal, tetapi juga peduli pada keberlangsungan ekosistem yang menopangnya. Dengan solusi yang relevan dan terukur, TPS berharap dapat menciptakan benteng hijau yang andal bagi masa depan pesisir Surabaya. (JM02)















