Maria : Sayang Dulu Gak Ada BPJS Kesehatan

0
8
Maria : Sayang Dulu Gak Ada BPJS Kesehatan
Maria : Sayang Dulu Gak Ada BPJS Kesehatan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sempat menjalani operasi batu empedu yang menghabiskan biaya puluhan juta, masih menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Maria Fitriani, warga Bendul Merisi Surabaya, Jawa Timur.

Maria mengungkapkan kenangannya itu pada jatimmedia.com, dengan menceritakan bahwa baru bulan lalu ia berhasil melunasi pinjamannya pada seorang teman, yang sebelumnya dana tersebut dipakai untuk biaya operasi batu empedu, yang dialaminya sekitar 3 tahun lalu.

“Ya sayang waktu itu saya belum tau soal BPJS Kesehatan dan menjadi peserta JKN. Coba kalau BPJS Kesehatan waktu itu sudah ada, pasti saya gak perlu berhutang untuk operasi saya,” katanya.

Matria mengungkapkan bahwa ketika didiagnosa ada batu empedu yang cukup banyak (hasil USG, red), ia sempat bingung ketika disarankan harus operasi karena memang ia tidak memiliki dana yang cukup.

Namun karena rasa sakit yang dideritanya sudah tidak mampu ditahan dan bahkan beberapa kali sampai pingsan karena rasa sakit itu, maka keluarganya mau tak mau terpaksa harus melakukan operasi dengan mencari pinjaman kesana sini.

“Ya puji Tuhan akhirnya ada yang mau kasih dana untuk operasi, sehingga saya akhirnya dioperasi,” lanjut Maria.

Maria mengungkapkan rasa sayangnya karena dulu tidak kenal BPJS sehingga tidak bisa mendapatkan operasi secara gratis.

“Sekarang saya sudah punya kartu peserta JKN jadi saya lebih tenang kalau seandainya ada gangguan kesehatan. Walupun saya gak minta sakit lho ya,” ujarnya sambil tersenyum.

Maria mengakui bahwa ia sudah menjadi peserta JKN secara mandiri sudah lebih dari 1 tahun, dan meski sampai sekarang belum pernah menggunakan kartunya untuk berobat karena ia selalu menjaga kesehatannya, namun ia mengakui bahwa ia tetap membayar dengan tertib.

“Saya selalu membayar iuran BPJS karena meski saya tidak sakit dan tidak berharap sakit, tetapi banyak masyarakat yang sedang sakit yang butuh pertolongan. Kan sistemnya di BPJS itu kan gotong royong,” tambah Maria.

Jadi, lanjutnya, dengan tetap membayar, ia merasa juga ikut membantu saudara yang sedang membutuhkan pertolongan pengobatan.

“Jujur, sakit itu gak enak. Makananya meski sudah punya kartu BPJS, saya berharap tidak pernah memakainya. Artinya kan saya sehat terus,” terangnya.

Maria juga mengungkapkan harapannya agar BPJS tetap ada dan jangan dihapus karena itu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan tapi tidak punya biaya.

“Saya sudah mengalaminya dan saya berharap masyarakat lain ikut BPJS Kesehatan dan juga taat membayar iuran, agar kalau nantinya jatuh sakit tidak perlu sampai hutang atau menjual barang-barangnya,” pungkas Maria. (JM01)