Home Umum Menparekraf Dorong DANA Jadi Lokomotif dalam Upaya Digitalisasi UMKM

Menparekraf Dorong DANA Jadi Lokomotif dalam Upaya Digitalisasi UMKM

0
29
Menparekraf Dorong DANA Jadi Lokomotif dalam Upaya Digitalisasi UMKM
Menparekraf Dorong DANA Jadi Lokomotif dalam Upaya Digitalisasi UMKM

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Sandiaga Uno, mendorong dompet digital DANA sebagai perusahaan teknologi keuangan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menjadi lokomotif dalam proses digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Dalam acara webinar DANA Connect seri kedua bertema “Bangkit dari Hantaman Pandemi: Meningkatkan Penjualan dengan Digitalisasi”, Sandiaga menilai bahwa transformasi digital menjadi keniscayaan bagi UMKM agar mampu menghadapi tantangan di saat pandemi maupun di masa mendatang.

“Pandemi telah menyadarkan kita untuk meningkatkan inovasi, adaptasi dan keterampilan, bukan saja dengan berjualan maupun melakukan pembayaran secara online, tetapi juga menciptakan konten-konten kreatif sehingga bisnis bisa terus berkesinambungan,” ujarnya.

Untuk menjadi bagian dari pandemic winners, lanjut Sandiaga, UMKM harus bisa mengatasi pandemi dengan berinovasi dan bertransformasi.

“Salah satu strateginya adalah dengan go digital. Mereka yang belum bertransformasi secara digital akan sangat merasakan dampak dari pandemi,” ujar Menparekraf.

Baca juga : Elok : Biaya Persalinan Caesarku Semua Ditanggung BPJS Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga memaparkan mengenai peran penting UMKM dalam perekonomian nasional, dimana kontribusinya saat pandemi meningkat dari 60% menjadi 63% terhadap produk domestik bruto (PDB).  Hal ini salah satunya disebabkan karena keberhasilan UMKM untuk bisa menghadapi tantangan pandemi lewat transformasi digital.

“Pelaku usaha yang tidak terdampak pandemi adalah mereka yang sudah bisa beradaptasi dan go digital. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), sebanyak 13,7 juta pelaku UMKM sudah masuk dalam ekosistem ekonomi digital. Namun, jumlah ini sebenarnya masih kurang karena hanya 12,5 % dari total pelaku usaha dan intensitas penggunaan teknologi digitalnya belum optimal,” lanjut Sandiaga.

Menparekraf mengakui tantangan berat dalam pemulihan ekonomi akibat adanya Varian Delta yang menambah dinamika penanganan virus Covid-19. Pemerintah telah menaikkan anggaran untuk mendukung pemulihan UMKM menjadi Rp 121 triliun tahun ini dari tahun lalu Rp 112,84 triliun, yang diharapkan menjadi pemicu pemulihan. Namun, menjadi tugas bersama untuk membantu UMKM termasuk 34 juta usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar mereka bisa melakukan digital onboarding.

“Karena itu, kami berharap DANA menjadi lokomotif dalam menciptakan transformasi yang sifatnya kolaboratif guna membantu UMKM bertansformasi digital. Mungkin nanti bisa saja melibatkan Bank Indonesia. Apalagi, jika melihat data Bank Indonesia di Desember 2020, tercatat transaksi uang elektronik mencapai Rp 22,1 triliun. Angka ini naik sekitar 30 persen secara year on year,” jelasnya.

BACA JUGA  Ini 5 Pekerjaan Dengan Prospek Yang Menjanjikan di Masa Depan

Baca juga : PPKM Dilanjut, Gubernur Khofifah Sebut PPKM Berlevel Signifikan Tekan Penyebaran Covid-19…

Menurut Menparekraf, ada tiga tantangan yang dihadapi UMKM dalam pengembangan usahanya. Tiga tantangan tersebut sebetulnya bisa dijembatani oleh DANA sebagai perusahaan teknologi keuangan. Adapun tantangan tersebut diantaranya :

Tantangan pertama adalah akses terhadap SDM yang mumpuni, yang mana DANA bisa membantu melalui program peningkatan literasi digital seperti halnya melalui DANA Connect. Tantangan kedua adalah akses terhadap pasar, dimana DANA juga bisa membantu menghubungkan para UMKM dengan pasar yang lebih luas. Tantangan ketiga adalah akses terhadap pembiayaan. DANA juga bisa berperan menjembatani para UMKM dengan ekosistem keuangan digital termasuk dengan sejumlah bank.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang sudah dilakukan DANA selama ini, termasuk melalui ajang DANA Connect ini sebagai ajang sharing sehingga proses digitalisasi dunia usaha menjadi strategis,” jelas Menparekraf.

Menparekraf juga berharap, DANA bisa terus berperan mendorong ekosistem keuangan digital dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai backbone infrastruktur pembangunan nasional.

Baca juga : ITS Inovasikan Konsentrator Oksigen untuk Bantu Atasi Krisis Oksigen

Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA menambahkan, saat ini pengguna DANA sudah mencapai lebih dari 79 juta, termasuk 280 ribu UMKM yang menjadi mitra DANA Bisnis. Ini menandakan makin tingginya kepercayaan terhadap DANA yang juga tercipta berkat inovasi dan pengembangan teknologi yang dilakukan.

“Kepercayaan tersebut sekaligus memberikan tanggung jawab kepada kami untuk tetap mampu menjalin komunikasi dengan teman-teman pelaku usaha, khususnya untuk berdiskusi dan mencari solusi bagaimana bisa terus berkarya sesuai dengan konteks saat ini, khususnya kesehatan yang menjadi prioritas bagi kita semua,” terangnya. (JM01)