Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sebagai pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia, Surabaya terus menunjukkan pertumbuhan kebutuhan digital yang sangat masif. Menjawab tantangan tersebut Biznet terus tancap gas memperkuat infrastruktur digital di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Langkah strategis ini dibarengi dengan gelaran Biznet Festival Surabaya 2026 yang berlangsung di Parkir Timur Plaza Surabaya pada Sabtu (11/04/2026). Selain sebagai ajang hiburan, festival ini merupakan apresiasi bagi pelanggan sekaligus momentum perkenalan teknologi jaringan terbaru milik Biznet.
Sejak Maret 2025, Biznet telah mengaktifkan jaringan kabel fiber optik bawah laut yang membentang di sepanjang Pulau Jawa, menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, hingga berakhir di Surabaya. Namun, inovasi ini tidak berhenti di situ. Proyek ini kini tengah dikembangkan lebih jauh melalui Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).
Jaringan ini dirancang untuk mengintegrasikan Pulau Jawa dengan Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, guna menciptakan pemerataan akses internet yang lebih stabil di wilayah tengah dan timur Indonesia.
Dalam pembangunan BNCS-2, Gresik dipilih sebagai lokasi pendaratan (landing point) kabel bawah laut untuk wilayah Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis yang matang serta didasarkan pada regulasi ketat dan koordinasi lintas kementerian.
Senior Manager Marketing Biznet, Mohamad Adrianto Sulistyo, menekankan bahwa pembangunan ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian digital nasional dengan memperkuat distribusi konten lokal.
“Ke depan, kami menargetkan jaringan ini bisa menghubungkan Jawa dengan Kalimantan, Sulawesi Selatan, termasuk Madura. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, pelanggan bisa dengan mudah meningkatkan kapasitas internet tanpa harus mengganti perangkat,” ujar Adrianto dalam Media Gathering di Surabaya, Kamis (09/04/26).
Senada dengan visi tersebut, Biznet juga mencatatkan pertumbuhan jangkauan yang sangat signifikan di wilayah gerbangkertosusila. Regional Manager Biznet, Adil Prakasa, mengungkapkan bahwa kehadiran Biznet di Jawa Timur telah melewati perjalanan panjang untuk memastikan setiap sudut kota terjangkau oleh internet berkualitas.
“Sejak hadir di Surabaya pada tahun 2008, kami terus berkomitmen memperluas cakupan jaringan dan memperkuat layanan. Hingga memasuki tahun 2026 ini, Biznet telah memiliki lebih dari 200.000 homepass yang tersebar di 118 kelurahan. Dukungan 13 kantor cabang di wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pun memastikan layanan support kami menjadi lebih cepat dan lebih dekat dengan pelanggan,” papar Adil
Adil Prakasa juga menambahkan bahwa pertumbuhan infrastruktur ini pun dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan secara langsung. “Per Januari 2026, Biznet telah meningkatkan kapasitas bandwidth sebesar 30% lebih besar hingga mencapai 500 Mbps. Peningkatan ini diikuti dengan kebijakan harga yang lebih terjangkau untuk menjaga daya beli masyarakat, sehingga aktivitas Work From Home (WFH), belajar daring, hingga hiburan digital di rumah dapat berjalan tanpa kendala,” ungkapnya.
Guna merayakan pencapaian infrastruktur tersebut, Biznet Festival Surabaya 2026 hadir sebagai kado bagi warga kota. Menghadirkan hiburan dari The Changcuters dan Mr. Jono Joni, festival ini juga menjadi wadah kompetisi bagi anak muda melalui ajang Band, turnamen MOBA, hingga kompetisi Push Bike.
Melalui kampanye “Tenang, Senang, dan Menang”, Biznet ingin memberikan pengalaman lebih dari sekadar konektivitas. Adrianto Sulistyo menjelaskan Elemen Menang dalam kampanye ini diwujudkan melalui program Biznet Prize Vaganza 2026.
“Pelanggan setia berkesempatan memenangkan hadiah grand prize emas mulai dari 10 hingga 100 gram yang diundi pada Juni dan Desember 2026. Selain itu, fitur Spin Wheel di aplikasi MyBiznet setiap tanggal 1, 11, dan 21 memberikan bonus bandwidth instan hingga 250 Mbps serta berbagai gawai canggih seperti iPad dan PS5 setiap bulannya,” jelasnya.
Di sisi lain, penguatan jaringan bawah laut ini juga membawa dampak positif bagi efisiensi distribusi data nasional. Menurut Adrianto, dengan adanya BNCS-2, akses data masyarakat kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada jalur internasional.

“Saat ini ekosistem digital Indonesia semakin kuat karena banyak konten lokal yang tersimpan di dalam negeri. Jalurnya diatur pemerintah, termasuk koneksi ke Madura dan Kalimantan. Jadi, distribusi data diharapkan menjadi lebih cepat dan stabil bagi pengguna,” pungkasnya.
Selain fokus pada pengembangan bisnis, Biznet juga tetap menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) atas kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah pemberian akses internet gratis bagi 50 Kepala Keluarga (KK) di sekitar area Biznet MarinePOP Gresik Banyuurip.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat di sekitar lokasi pendaratan kabel bawah laut untuk tetap produktif dan tidak tertinggal dalam arus transformasi digital yang kian masif. (JM02)















