
Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Menjelang perayaan Lunar New Year 2026, Sampoerna Academy Surabaya menghadirkan sebuah pertunjukan teater kolosal bertajuk “Mulan: An Inspired Adaptation”. Acara yang akan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, di Auditorium Petra Christian University ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah inisiatif pendidikan holistik yang berfokus pada pengembangan kecerdasan emosional siswa.
Di tengah kompleksitas dunia saat ini, kemampuan akademik saja tidak cukup. Oleh karena itu, teater ini dirancang untuk mengasah empati, resiliensi, dan keterampilan sosial-emosional siswa melalui proses seni yang mendalam.
Maharsi Palupining Rini, National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, menjelaskan bahwa persiapan pertunjukan ini telah dilakukan selama enam bulan dan melibatkan 400 siswa, mulai dari tingkat Playgroup hingga kelas 12.
“Tahun ini kami ingin meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman nyata, mulai dari belajar berdialog, menyelaraskan koreografi, kostum, hingga disiplin mengatur waktu latihan di sela-sela jadwal sekolah,” ujar Maharsi.
Lebih lanjut, Maharsi menambahkan bahwa proses latihan ini juga mengajarkan siswa untuk saling mendukung dan menghargai keberagaman. “Empati akan terbentuk ketika mereka berhubungan dengan teman-teman yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Kami memahami tiap anak memiliki kemampuan berbeda, dan guru-guru di sini berperan melatih mereka agar tidak gampang down ketika melakukan kesalahan,” imbuhnya.
Selain menekankan pada aspek keterampilan teater, inisiatif ini juga memuat nilai moral yang kuat. Sampoerna Academy Surabaya menggandeng Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya untuk menyalurkan donasi dari hasil penjualan tiket. Momentum ini bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia, sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker.
“Keberanian dan kepercayaan diri tidak hanya ditampilkan di atas panggung, tetapi juga berani berbagi kasih. Kami ingin anak-anak merasakan empati dan mengerti tentang belas kasih melalui donasi yang akan diserahkan kepada yayasan kanker anak,” jelas Maharsi.

Antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan ini terbilang sangat tinggi. Maharsi mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, lebih dari 600 tiket telah terjual, melampaui target penonton yang ditetapkan.
Melalui pendekatan ini, Sampoerna Academy ingin membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada angka akademis semata, tetapi juga menghasilkan prestasi dan karakter di luar kelas. (JM02)














