Sri Mulyani Tolak Usulan Pajak 0 Persen untuk Kendaraan Baru

0
139
Sri Mulyani Tolak Usulan Pajak 0 Persen untuk Kendaraan Baru
Sri Mulyani Tolak Usulan Pajak 0 Persen untuk Kendaraan Baru

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Menteri Kuangan Sri Mulyani menolak usulan relaksasi pajak pembelian mobil baru. Menurut Sri Mulyani, pemerintah sedang fokus untuk mengoptimalkan paket insentif yang telah dikeluarkan untuk semua pelaku industri.

“Kami tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru 0 persen, karena Pemerintah mencoba memberikan dukungan kepada sektor industri secara keseluruhan,” ujarnya dalam pemaparan kinerja APBN sampai dengan September 2020, Senin (19/10/2020).

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, telah mengeluarkan banyak insentif untuk menjaga daya saing industri nasional. Pemerintah juga terus mengevaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan insentif fiskal yang telah ditebar kepada semua kalangan usaha.

“Sehingga jangan sampai, insentif di satu sisi yang kemudian memberikan dampak negatif pada perekonomian,” terangnya.

Seperti diketahui, sektor otomotif beberapa waktu lalu sempat mendapatkan angin segar. Pasalnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan telah mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru.

Agus mengatakan telah mengusulkan relaksasi pajak penjualan (PPn) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kepada Menteri Keuangan. Selain juga, pihaknya menyatakan telah mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar merelaksasi bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor serta pajak progresif.

Seiring dengan kabar itu, saham-saham emiten sektor otomotif mengalami tekanan pada akhir perdagangan Senin (19/10/2020).

Emiten suku cadang Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), terkoreksi 0,57 persen ke level Rp 870. Sementara itu, induk usaha PT Astra International Tbk. (ASII) masih mampu menguat 1,42 persen ke level Rp5.000.

Begitu juga dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) parkir dengan koreksi 0,70 persen ke level Rp 710 pada penutupan Senin (19/10/2020). Padahal, emiten afiliasi Grup Salim itu mengawali sesi dengan menguat 5 poin ke level Rp 720.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) juga terkoreksi 2,81 persen ke level Rp 346. Emiten otomotif milik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. itu juga menjadi sasaran jual asing dengan net sell Rp 5,68 miliar.

Di sisi lain, emiten diler PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) masih mampu mencetak kenaikan harga 4,62 persen ke level Rp 1.360. Pencapaian serupa dibukukan oleh PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA) yang naik 2,22 persen ke level Rp 1.380. (JM01)