
Menyambung dengan isu penempatan, Dr. Fatkur membahas tantangan besar yang dihadapi daerah. Ia mengakui adanya edaran dari pemerintah yang melarang penerimaan guru honorer, meskipun faktanya daerah seperti Madiun, Nganjuk, Lumajang, dan Magetan masih mengalami kekurangan guru.
“Maksudnya adalah program utama pemerintah adalah menghabiskan tenaga guru yang sudah terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) untuk mengisi kekosongan itu,” jelasnya. “Karena PPG Calon Guru dari UNESA sudah bersertifikat (Serdik), jika kekosongan guru ini diisi oleh lulusan kami, maka itu tidak salah.”
Dr. Fatkur pun memberikan kabar baik: “Alhamdulillah Lumajang sudah menerima. Jadi bagi lulusan PPG yang ber-KTP Lumajang, Nganjuk, dan Magetan, setelah ini dapat langsung menghubungi dinas pendidikan daerah masing-masing, jadi tidak perlu khawatir.”
Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah yang diwakili dua mahasiswa, diikuti pengukuhan dan penyematan Gordon oleh Rektor Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.
Dalam sambutannya, Rektor Nurhasan menekankan bahwa guru saat ini dituntut untuk kreatif, inovatif, dan membuka diri untuk berkolaborasi agar proses pembelajaran lebih menarik dan bahagia bagi siswa. Rektor menitipkan tiga pilar kunci bagi lulusan:
- Kuatkan karakter sebagai agen perubahan.
- Adaptif, inovatif, dan mau berkolaborasi di era digital ini.
- Berkomitmen dan berdisiplin tinggi untuk kepentingan Indonesia Emas.
“Ini bukan akhir dari pembelajaran Anda, karena Anda dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan di era digital ini,” tutup Rektor. “Saya yakin Alumni UNESA yang sudah ditempa selama pendidikan akan mampu beradaptasi di era ini.”
Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi. Mohammad Danu Dewasya (IPA SMP, IPK 4,00) yang meraih beasiswa S2, memutuskan akan menyelesaikan studi S2 dulu. Ia termotivasi menjadi guru agar bisa menanamkan pada peserta didik untuk tidak takut salah. Sementara Putri Septiana Dwi Ayu Permatasari (24) (PJOK), lulusan kebugaran terbaik, berharap dapat menjadi guru profesional dan memberikan contoh yang baik pada anak didiknya. (JM02)














