
Selanjutnya, Christine Ozden (Global director of climate education Cambridge University Press and Assessment) sebagai salah satu panelis menyampaikan perlu adanya inovasi dalam pendidikan perubahan iklim melalui kolaborasi internasional, pengembangan metodologi penelitian terkait perubahan iklim, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan pengembangan kurikulum tentang perubahan iklim.
Julia Selxas (Pro rector NOVA University Lisbon) menambahkan perlunya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa tentang masalah iklim dan bagaimana menyelesaikannya. Hal ini senada dengan salah satu hasil penelitian yang dimuat pada https://kneopen.com/KnE–Social/article/view/16004/ yang menyatakan bahwa penguasaan konsep mahasiswa tentang perubahan iklim masih rendah. Mahasiswa kurang memahami variabel perubahan iklim dan belum bisa membedakan antara perubahan iklim, pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan efek rumah kaca.
Menurut Julia, pendidikan tinggi memiliki tugas untuk memproduksi material dan sumber belajar untuk mendukung pendidikan perubahan iklim dan perlunya ada komunitas riset interdisipliner dengan melibatkan banyak institusi. Terkait dengan hal tersebut, Christine menambahkan perlunya ada penelitian untuk mendorong pengetahuan ilmiah dan dukungan pimpinan melalui pelatihan, pendidikan, dan lain-lain.
BACA JUGA : UNESA Kembali Gelar International Cultural Festival 2024 untuk Perkuat Hubungan Mahasiswa…
Eko Hariyono (PIC SDG 13 UNESA) menuturkan, berbicara tentang kurikulum, banyak informasi menarik yang diperoleh dalam kegiatan diskusi panel tersebut. Pada kesempatan itu Eko Hariyono mempertanyakan bagaimana mendesain kurikulum perubahan iklim dan bagaimana melibatkan para pemangku kepentingan dalam mendukung pendidikan perubahan iklim di perguruan tinggi.
Pertanyaan ini sontak mendapatkan respon yang sangat menarik dari para panelis. Semua panelis menyampaikan bahwa masalah perubahan iklim merupakan masalah penting dan mereka turut bertanggung jawab terkait dengan dampak iklim di Azerbaijan, sehingga mereka meluangkan waktu untuk memberikan ide dan gagasan terkait isu perubahan iklim dan solusinya yang kemudian dituangkan dalam bentuk kurikulum Perguruan Tinggi di Azerbaijan.
Seiring dengan kegiatan tersebut UNESA kembali mendapat undangan menghadiri United Nations Climate Change Conference or Conference of the Parties of the UNFCCC yang sekarang dikenal sebagai COP 29 di Baku Azerbaijan pada 11-22 November 2024. (JM01)














