Upaya Tekan Stunting, Arumi Buka ToT Bagi PKK Kolaborasi Bersama Frisian Flag Indonesia

0
22
Upaya Tekan Stunting, Arumi Buka ToT Bagi PKK Kolaborasi Bersama Frisian Flag Indonesia
Upaya Tekan Stunting, Arumi Buka ToT Bagi PKK Kolaborasi Bersama Frisian Flag Indonesia

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) bertajuk #MelajuKuatBersamaIbuPKK (Pahlawan Kemajuan Keluarga), yang diselenggarakan di Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya, Selasa (8/11/2022). Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi PKK Jatim dengan bekerjasama dengan Frisian Flag Indonesia, utamanya sebagai upaya menekan stunting di Jatim.

Sebanyak 45 peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah diantaranya Kabupaten Bondowoso, Sumenep, Mojokerto dan Malang.

Pelatihan yang diselenggarakan dalam satu hari tersebut, akan memberikan berbagai macam materi, diantaranya nutrisi dan gizi general oleh Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof drg Sandra Fikawati.

Selain itu, ada pula materi tentang Kondisi Nutrisi dan Gizi Jatim oleh Analis Kesehatan Dinkes Prov Jatim Sujud Maradi, Pengelolaan limbah oleh Project Officer Waste4Change Tasya Oemar dan terakhir yakni materi Pengelolaan Keuangan oleh Financial Planner sekaligus Financial Content Creator Bareyn Mochaddin.

Usai membuka acara, Arumi memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada Frisian Flag Indonesia yang memililih PKK Jawa Timur untuk menjadi partner dalam upaya memberikan edukasi.

Baca juga : Bank Jatim Ajak Masyarakat Mengenang Indahnya Djaman Doeloe

“Ini merupakan kolaborasi yang tepat. Bapak/Ibu memiliki tugas berat untuk memberikan ilmu dan dipraktikkan di wilayah masing-masing. Serta jangan lupa untuk membagikan ilmu ke kabupaten/kota tetangga,” katanya.

Menurut Arumi, TP PKK memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memberikan edukasi pada keluarga mulai dari tingkat dasawisma, RT hingga RW. Dimana pada program kerjanya (pokja) terdapat 4 pokja yang memiliki tugas dan fungsi yang bersinambung dengan kesejahteraan masyarakat dari usia lahir hingga lanjut usia.

Materi yang diberikan pada peserta, dikatakan Arumi baik terkait nutrisi gizi, pengolahan sampah maupun finansial planing memiliki keterkaitan yang luar biasa. Menurutnya, materi ini memiliki ketekaitan dengan penanganan stunting yang saat ini tengah menjadi fokus program TP PKK Jawa Timur.

“Saat ini di Jatim stunting kita sudah mencapai angka 23,5 persen. Kita diharapkan bisa menurunkan angka stunting di angka 14 persen pada 2024,” ujarnya.

Baca juga : BSI Bantu Orang Tua Persiapkan Masa Depan Anak dengan Program Hujan…

Untuk menurunkan angka stunting di Jatim, Arumi menambahkan diperlukan kolaborasi di segala sektor baik pemerintah, swasta, serta orang tua yang diharapkan memiliki kesamaan visi dan misi terkait menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Di PKK kami baru-baru ini memiliki program yakni minum susu dan telur di beberapa SD. Mudah-mudahan kita biasakan sejak kecil, sehingga kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa. Dimana salah satu penanganan stunting yakni dilakukan dengan meningkatkan makanan begizi. Itu yang paling baik,” jelasnya.

Halaman selanjutnya: Selain itu, untuk menekan angka stuntimg….