63 Kelurahan di Surabaya sudah Nol Kasus Covid-19

0
730
63 Kelurahan di Surabaya sudah Nol Kasus Covid-19
63 Kelurahan di Surabaya sudah Nol Kasus Covid-19 (foto: istimewa)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Upaya promotif dan preventif pemerintah dan warga dalam menerapkan protokol Corona yaitu pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang sampai di lingkungan RT/RW, dinilai berhasil karena hingga kini tercatat 63 kelurahan di Kota Surabaya sudah nol kasus terkonfirmasi positif Corona atau Covid-19.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, sosialisasi penerapan protokol kesehatan sampai saat ini terus digencarkan Pemkot Surabaya untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Virus Corona.

“Dalam menggiatkan pola hidup bersih dan sehat, kami melibatkan lintas sektoral secara intensif dan berkelanjutan seperti TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibnas, bahkan sampai lingkungan terkecil dari kecamatan, kelurahan hingga RT/RW dan Karang Taruna,” ujarnya.

Febri, panggilan akrabnya juga mengatakan bahwa Pemkot Surabaya ingin terus menjamin masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap melaksanakan 3C yakni menghindari close room, close distancing, dan crowded.

“Melalui pelibatan warga, kami mengoptimalkan peran dan fungsi dari Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Ini penting dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan penularan Covid-19 di masyarakat, tentu dengan pembinaan dan pengawasan terhadap warga yang di karantina atau isolasi mandiri,” jelas Febri.

Pemkot Surabaya, lanjutnya, juga terus meningkatkan kegiatan pemeriksaan tes swab terutama bagi masyarakat yang memiliki angka risiko terkonfirmasi positif Coorona lebih tinggi seperti orang tua dengan komorbid dan anak-anak.

“Kami memastikan dalam pelaksanaan tes swab ini telah berkoordinasi dengan puskesmas masing-masing wilayah untuk pemantauan lebih lanjut,” imbuhnya.

Pemkot Surabaya juga memberlakukan tes swab atau RT-PCR bagi warga/pelaku perjalanan dari luar kota, bahkan warga luar kota yang menginap di Surabaya. Sebagai bagian dari rangkaian upaya tersebut, pemkot menyediakan fasilitas sarana isolasi di Hotel Asrama haji bagi pasien yang terkonfirmasi positif.

“Kami juga memonitoring secara rutin setiap hari khususnya bagi pergeseran status pelaku perjalanan, orang yang kontak erat dengan suspect di masing-masing kelurahan untuk deteksi dini berbasis wilayah di bawah koordinasi Wani Jogo Suroboyo dan Puskesmas,” lanjutnya.

Berdasarkan data Surabaya Lawan Covid-19, hingga 22 Oktober 2020, total kasus Corona di Surabaya mencapai 15.480 kasus, dari jumlah itu sebanyak 14.162 orang atau 91,49 persen telah sembuh, sebanyak 1.139 orang atau 7,36 persen telah meninggal dunia, dan sebanyak 179 orang atau 1,16 persen masih dalam perawatan. Dari data tersebut,kini Surabaya berada di zona orange atau zona dengan risiko sedang. (JM01)