Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Waspadai Libur Panjang, Meski Jatim sudah Bebas Zona Merah

0
133
Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Waspadai Libur Panjang, Mesdki Jatim sudah Bebas Zona Merah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Dalam satu bulan terakhir, penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Tak hanya telah bebas dari Zona Merah, 50% kab/Kota di Jawa Timur pun telah menjadi zona kuning.

Ditambah dengan Kasus Aktif Covid-19 yang terus menurun, dimana per Jumat (23/10/2020) juga sangat menurun yaitu tercatat  2.374 orang kasus aktif atau setara dengan 4,71%. Di sisi lain, testing terus dilakukan secara masif sehingga positivity Rate Jatim juga menurun menjadi 7 % dari yang sebelumnya 31% di bulan Juli.

Di tengah berbagai tren positif tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap menghimbau bahkan mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada, karena penyebaran Covid-19 belum benar-benar berakhir dan bisa meningkat sewaktu-waktu. Utamanya akibat kenaikan mobilitas masyarakat secara tiba-tiba tanpa adanya protokol kesehatan.

Bahkan, secara khusus, menjelang libur panjang dalam waktu dekat ini, Khofifah mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.

“Kami ucapkan terimakasih pada warga Jawa Timur yang selama 2 bulan terakhir ini makin patuh pada protokol kesehatan sehingga hasilnya kasus Covid-19 makin menurun. Meskipun demikian, kita harus terus waspada terhadap lonjakan kasus apabila kita lengah,” ungkapnya saat ditemui usai membuka konferwil Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Jatim di Batu, Sabtu (24/10/2020).

Selain itu, Khofifah juga menyarankan agar masyarakat dapat memilih destinasi yang aman dan nyaman, out door dan jangan mengajak keluarga dengan resiko tinggi, baik komorbid maupun lansia dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Jika tidak demikian, lanjutnya, lebih baik tetap tinggal di rumah meskipun liburan atau berpergian tidak dilarang. Namun demi menjaga keamanan keluarga diharapkan untuk tetap berhati-hati dengan salah satunya adalah menjauhi kerumunan.

“Meski tidak dilarang (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan dengan berinteraksi di dekat rumah saja,” ucap Khofifah.

Himbauan Gubernur ini bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya, Jatim pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada Juni lalu, khususnya di beberapa Kabupaten yang menjadi destinasi mudik.

Belajar dari kejadian tersebut, Gubernur Khofifah menganjurkan masyarakat untuk meminimalkan perjalanan sekaligus memastikan bahwa protokol kesehatan benar benar diterapkan secara ketat.

“Apabila memang ingin ke luar kota, pastikan betul bahwa diri kita aman dengan dites terlebih dahulu, sehingga yakin dalam keadaan negatif. Jangan sampai kita menjadi penular bagi ibu, bapak, kakek, nenek maupun saudara yang berada di daerah,” tambahnya.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan para Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungan kabupaten/kota/kecamatan/kelurahan dan desa serta RT/RW untuk lebih mengoptimalkan fungsi dan peran kampung tangguhnya masing-masing guna mencegah penularan Covid-19.

“Jawa Timur alhamdulillah saat ini juga memiliki ribuan kampung tangguh yang siap untuk melakukan screening para pemudik guna mencegah penyebaran Covid-19. Saya harapkan kampung tangguh perannya dapat lebih optimal dalam masa liburan panjang ini,” terang Khofifah. (JM01)