Home Umum Jadi Peserta JKN-KIS Membuat Tak Kuatiir Masalah Kesehatan

Jadi Peserta JKN-KIS Membuat Tak Kuatiir Masalah Kesehatan

0
162
Jadi Peserta JKN-KIS Membuat Tak Kuatiir Masalah Kesehatan
Tesya Az-Zahra Susetyo-22th

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memang memiliki banyak keuntungan. Hal ini diakui Ibu Yana Miaranie (45) yang bertempat tinggal di Petemon Barat Surabaya.

Menjadi peserta JKN-KIS dari jalur PBI sejak 3 tahun lalu, Yana mengaku cukup banyak dibantu oleh BPJS, terutama bagi kesehatan kedua anaknya yang memang membutuhkan perawatan kesehatan.

“Anak saya yang pertama (Tesya Az-Zahra Susetyo-22th) itu mengidap sinusitis sementara anak kedua saya (Rahmad Bimantoro Susetyo-19th) memiliki benjolan di kakinya,” uajr Yana menjelaskan.

Mereka berdua, lanjut Yana, harus berobat beberapa kali di puskesmas dan bahkan di rujuk ke rumah sakit (RS) untuk perawatan penyakitnya. Mereka juga sempat disarankan untuk operasi, namun terpaksa gagal karena kepesertaan lewat PBI yang dimilikinya sempat di non altifkan pemerintah.

Jadi Peserta JKN-KIS Membuat Tak Kuatiir Masalah Kesehatan
Yana Miaranie (45) selaku ibunda Tesya Az-Zahra Susetyo

Baca juga : Warsito : Jadi Peserta BPJS Kesehatan Jangan Tunggu Sakit

“Saya gak tau kenapa di non-aktofkan BPJS kami. Tapi sekitar 7 bulan lalu, saya urus lagi dan alhamdulilah bisa aktif kembali,” terang Yana.

Yana juga menjelaskan bahwa selama menggunaan fasilitas BPJS Kesehatan tidak pernah ada masalah. Semua lancar-lancar saja dan pelayanannya pun baik dan tidak dibeda-bedakan.

“Kami dilayani dengan baik kok. Gak ada perbedaan seperti yang kadang dikeluhkan beberapa orang terkait pelayanan BPJS di RS. Semua perawatan dan pelayanan kesehatan yang diterima anak-anak saya baik semua,” tambahnya.

Bahkan menurut Yana, ketika Tesya melahirkan cucunya dan sewaktu umur 4 bulan harus opname karena dehidrasi (akibat muntah, mencret, dan panas, red), juga bisa otomatis di cover BPJS karena ia menjadi peserta JKN-KIS.

Baca juga : Jadi Wartawan Gak Boleh Sakit, tapi Kalau Sakit kan Ada BPJS…

“Jujur ya mas, sebagai orang kecil yang sehari-hari berjualan, saya sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan dari BPJS karena saya tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk berobat anak-anak saya dan cucu saya,” ujar Yana pada jatimmedia.com, Senin (21/6/2021).

BACA JUGA  Dukung Kesadaran Kesehatan Mulut dan Gigi, Lion Wings Luncurkan Bus Periksa Gigi Keliling

Karena merasakan manfaat jadi peserta BPJS ini, Yana juga sering menyampaikan pada tetangganya perlunya ikut jadi peserta BPJS Kesehatan agar lebih aman kalau sewaktu-waktu sakit dan harus berobat ke RS.

“Semua orang tentu gak pingin sakit. Tapi kadang kita juga bisa sakit. Karena itu lah saya sering ngomong sama tetangga dan teman-teman saya yang belum punya BPJS untuk segera ikut. Kan iurannya juga gak bayar karena ditanggung pemerintah,” cerita Yana.

Namun demikian, Yana juga berharap bahwa selain semua perawatan dan penanganan kesehatan dengan BPJS tetap gratis, masalah obat juga sebaiknya semua ditanggung. Karena faktanya masih ada beberapa obat yang Cuma dikasih resep dan harus beli sendiri di luar (apotik, red).

Baca juga : Bank Indonesia : Surplus Neraca Perdagangan Terus Berlanjut

“Ya sebaiknya semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Termasuk semua obatnya,” pungkas Yana. (JM01)