Warsito : Jadi Peserta BPJS Kesehatan Jangan Tunggu Sakit

0
7
Warsito : Jadi Peserta BPJS Jangan Tunggu Sakit
Warsito : Jadi Peserta BPJS Jangan Tunggu Sakit

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Jadilah peserta BPJS Kesehatan, jangan tunggu kalau sudah sakit. Itulah pesan yang disampaikan Warsito (68) warga Ngagel Dadi Kota Surabaya, Jawa Timur pada rekan-rekannya di Paguyuban Warga Strenkali Surabaya (PWSS).

Warsito yang menjadi Sekjen PWSS menyampaikan ini bukan tanpa alasan, karena ia sudah merasakan bagaimana BPJS Kesehatan sangat membantunya ketika dia mengalami musibah.

Diceritakan Warsito, sekitar tanggal 25 Maret 2021 lalu, ia sedang membuat perahu kecil yang baru (karena perahu miliknya sebelumnya sudah rusah, red) dan masih sekitar empat puluh persen pekerjaan berjalan, ia mengalami kecelakaan dimana mata gergaji mesin yang dipakainya lepas dan mengenai tulang tempurung pada kaki kirinya.

“Maklum mas, namanya pekerjaan nelayan, perahu menjadi aset yang penting. Tapi namanya musibah bisa datang kapanpun,” kata Warsito.

Melihat luka robek mengiris tempurung (namun tak sampai terpotong) istri Warsito yang bernama Yuliana (61) merasa sangat takut dan segera melarikannya ke Rumah Sakit Islam (RSI) A.Yani Surabaya.

Setiba di rumah sakit, lanjut Warsito, keluarga segera mendaftar pada bagian administrasi RS dengan menunjukkan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan KTP. Dan langsung mendapatkan perawatan dari team medis RS.

”Hanya diminta kartu KIS dan KTP saja, kemudian saya langsung diperiksa secara serius oleh dokter,” terang Warsito.

Baca juga : BPJS Kesehatan Permudah Proses Mendapatkan Kacamata. Ini Caranya

Pria yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan nomor kepesertaan 000203805XXXX dengan faskes tingkat 1 Puskemas Ngagel Surabaya ini juga menjelaskan kesigapan tenaga kesehatan RSI yang begitu cekatan dan menangani dirinya dan sama sekali tidak membedakan status pasien.

”Dokter sempat bertanya, apakah bapak peserta BPJS ? Saya jawab iya. Lalu semua pemeriksaan mulai dari kronologi kejadian, foto rontgen, pemeriksaan tulang dan seterusnya, dilakukan. Dan tenaga medis disana bahu-membahu dokter. Perawat juga bergantian merawat saya,” tegasnya.

Kenyataan ini membuat Warsito semakin merasakan manfaat BPJS Kesehatan, karena pelayanan dan perawatan yang diterimanya di RS sangat baik dan tidak ada perbedaan dengan yang bayar sendiri.

Baca juga : Gagal Diterima di Kampus Impian? Ini Lima Tips Anti Galau ala…

“Semua biaya berobat saya di RS di biayai BPJS. Gak ada sepeserpun uang yang harus saya keluarkan untuk pengobatan saya. Bahkan setelah dirawat di rumah sakit dan harus menjalani rawat jalan setiap tiga hari sekali di Puskesmas Ngagel Surabaya, semuanya gratis,” terang Warsito.

Merasakan pengalaman berobat yang sangat baik berkat BPJS Kesehatan ini membuat Warsito kemudian menyampaikan harapannya agar masyarakat secara luas segera menjadi peserta JKN-KIS, khususnya bagi anggota PWSS.

“Saya berharap masyarakat dan khususnya anggota PWSS yang belum punya jaminan kesehatan bisa segera mengurus BPJS Kesehatan agar nantinya ketika sakit bisa langsung mendapatkan perawatan kesehatan tanpa ragu. Jangan tunggu kalau sudah sakit baru ngurus,” ujarnya.

Tak lupa Warsito juga menyampaikan ucapan terima kasih pada BPJS Kesehatan karena selama menjalani pengobatan dan rawat jalan sangat dimudahkan dan tidak dip[ungut biaya sama sekali.

Baca juga : Pemprov Jatim Libatkan Kyai, Ulama, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat untuk…

”Terimakasih BPJS Kesehatan. Terus tingkatkan inovasi pelayan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Warsito. (JM01)