Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Telkomsel sebagai Telco Digital Company terus menunjukkan dukungannya terhadap ekosistem esports Tanah Air. Melalui Dunia Games, platform digital lifestyle dari Telkomsel yang berfokus pada konten gaming, esports, dan pop cultur, bekerja sama dengan MOONTON Indonesia, perusahaan gim video global yang berfokus pada pengembangan gim, publikasi, dan esports, menggelar Dunia Games Laga (DGL) 2025.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Timur Telkomsel, Andri Kurniawan menyatakan DGL 2025 adalah kompetisi tahunan yang diadakan bagi komunitas esports Indonesia untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp260 juta dengan game yang dilombakan, yaitu Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). “Di wilayah Jawa Timur, DGL 2025 digelar di Surabaya dan Jember dengan jumlah peserta sebanyak 87 tim,” ujar Andri, Selasa (26/08)
Satu tim terdiri dari lima orang yang bertanding secara turnamen untuk memperebutkan posisi pertama. Di Surabaya, event digelar di War Arena WTC Surabaya dan Tim ILY keluar sebagai juara pertama. Sementara itu di Jember, event berlangsung di Gedung Serbaguna Jember Nusantara dengan Tim Eren Oky Baik Mikasa menyabet podium pertama setelah berhasil menyingkirkan puluhan tim lainnya
Kedua tim juara ini selanjutnya akan melaju ke babak kualifikasi nasional. Tim yang berhasil meraih posisi pertama di tingkat nasional akan mendapatkan hadiah utama senilai Rp100 juta. “Melalui DGL 2025, kami berharap dapat menjangkau komunitas lokal dan memberikan akses yang lebih luas terhadap turnamen profesional,” tambah Andri.
DGL, yang telah diselenggarakan sejak 2018, kini telah menjangkau lebih dari 100 juta talenta esports dan menarik lebih dari 69 ribu pendaftar. Bukti nyata kualitas kompetisi ini terlihat dari lahirnya tim juara seperti Kagendra, yang merupakan tim binaan Dunia Games dan sukses memenangkan DGL 2024 serta IKL 2025.

Andri juga menegaskan komitmen Telkomsel melalui Dunia Games akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan terhubung dengan ekosistem digital yang inklusif serta kompetitif. “Bukan menjadi mimpi saja, talenta muda dari Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka lebar untuk menjadi pro player di kancah internasional ke depannya,” tutup Andri. (JM02)














