Home Umum SMCC Unesa Beri Trauma Healing untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo

SMCC Unesa Beri Trauma Healing untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo

0
15
SMCC Unesa Beri Trauma Healing untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo
SMCC Unesa Beri Trauma Healing untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang terjadi pada Senin, 29 September 2025, menyisakan duka mendalam dan beban psikologis yang berat bagi para korban dan warga terdampak.

Merespons kondisi ini, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) bergerak cepat memberikan bantuan psikologis berupa konseling dan trauma healing.

Tim kemanusiaan SMCC Unesa dilepas oleh Wakil Rektor II Bachtiar Syaiful Bachri dan Direktur PPIS Mutimmatul Faidah pada Kamis, 2 Oktober 2025  langsung menuju lokasi untuk memberikan pendampingan yang akan berlangsung hingga penutupan posko. Fokus utama kegiatan ini adalah meringankan beban mental yang dialami oleh seluruh pihak terdampak, terutama anak-anak.

Kepala SMCC Unesa, Wiryo Nuryono, menuturkan bahwa dampak dari kejadian tragis ini tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi psikologis korban, keluarga, dan bahkan masyarakat sekitar. “Ada semacam trauma yang muncul, itu yang kita dampingi dan minimalkan melalui pendekatan psikologi,” jelas dosen Fakultas Psikologi (FPI) Unesa ini.

Dalam pelaksanaannya, SMCC Unesa menerapkan pendekatan yang berbeda sesuai kelompok usia korban. Untuk anak-anak, terapi trauma healing dilakukan melalui permainan sederhana yang bersifat menghibur, seperti menggambar, menggunakan stik berwarna, dan berbagai aktivitas yang sesuai dengan keinginan mereka. Tujuannya adalah membantu mereka memproses pengalaman traumatis dalam suasana yang lebih ringan.

Sementara itu, untuk orang dewasa, tim memberikan pendampingan psikologis yang mendalam. Pendampingan ini dirancang untuk membantu individu memproses pengalaman traumatis, menstabilkan kondisi emosional, dan secara bertahap memulihkan semangat untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami menggunakan berbagai metode psikologi untuk mengubah cara ingatan traumatis disimpan dan dirasakan korban, sehingga mengurangi penderitaan emosionalnya,” tambah Wiryo Nuryono.

BACA JUGA  Perkuat Ekosistem Inovasi, UNESA Transformasi Gedung Rektorat Jadi Ruang Publik Modern dan Inkubator Bisnis

Aksi kemanusiaan ini melibatkan tim yang solid, terdiri dari para dosen, psikolog, hingga mahasiswa Unesa. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Unesa untuk tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam aksi nyata penanggulangan krisis dan kemanusiaan untuk membangun ketenangan dan kekuatan mental bagi masyarakat yang tertimpa musibah.(JM02)