Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Setelah sukses memicu keharuan di ibu kota, film drama keluarga terbaru persembahan Leo Pictures, Jangan Buang Ibu, melanjutkan rangkaian Gala Premiere keliling Indonesia. Kali ini, giliran bioskop XXI Pakuwon Mall Surabaya yang dipenuhi suasana haru dan derai air mata dari ratusan penonton yang hadir pada Kamis (18/6/2026).
Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop tanah air mulai 25 Juni 2026 ini menyajikan potret realitas yang menyentuh: perjuangan seorang ibu di usia senja yang dihantui ketakutan mendalam akan dilupakan oleh anak-anaknya.
Diproduseri oleh Agung Saputra dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, sinema ini menjadi refleksi tajam bagi generasi muda mengenai fenomena anak yang memilih menitipkan orang tua mereka ke panti jompo karena keterbatasan waktu dan ruang di tengah kesibukan.
“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ungkap Agung Saputra, yang juga menjabat sebagai CEO Leo Pictures.
Gala Premiere di Surabaya ini terasa kian istimewa berkat kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tokoh nasional Dahlan Iskan. Keharuan makin memuncak saat pihak Leo Pictures secara khusus mengundang para Oma dan Opa penghuni panti jompo untuk menonton bersama, menciptakan atmosfer hangat layaknya kunjungan dari anak dan cucu.
Tidak sekadar menyuguhkan tontonan yang menguras air mata, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur. Penghargaan ini didedikasikan kepada para perempuan yang dinilai memberikan kontribusi nyata di bidang wirausaha, akademisi, kesehatan, hingga sosial.
Di antara para penerima penghargaan terdapat nama Lita Machfud Arifin, Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, Yuniati Sastera Kusuma, Chintya Pratitis Widyarachma, Diniwati, Diana M. Putri, Erlin Rusiawaty, Risa Santoso, Vernanda Lupita Tjahyanto, Melisa Patricia, Natalia Cecilia Tanudjaja, dr. Putri Kencana Purwanto, Dr. Ir. Monica Niniek Suryani Subagio, Fong Ing, serta para pengurus Yayasan Warisan Kasih (Ineke Widjaya, Felly, Ribka Avie, Fanne, Rose, Beenyo, Lisa, Rice, Kiki).
Aktris utama Nirina Zubir, yang hadir langsung membagikan trofi bersama Agung Saputra, Khofifah Indar Parawansa, dan sosiolog-entrepreneur Inge Gunawan, ikut menitikkan air mata.
“Jika kita ingin diperlakukan dengan baik oleh anak kita nanti, itu adalah hubungan timbal balik bagaimana kita memperlakukan orang tua kita saat ini. Ibu banyak mendoakan kita dalam hidup, dan untuk itu, saya merasa terharu bisa berbagi rasa ke para ibu di Surabaya lewat film ini,” tutur Nirina.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah keberanian Nirina Zubir bertransformasi secara fisik demi memerankan tokoh Ibu Ristiana. Penonton akan diajak mengikuti fase kehidupan Ristiana lintas dekade—mulai dari usia 40 tahun, 50 tahun, hingga penampakan wajah penuh kerutan di usia 60 tahun. Perubahan signifikan ini memperkuat penjiwaan watak seorang ibu tunggal yang ikhlas melihat anak-anaknya sukses meski harus hidup dalam keterbatasan.
Secara garis besar, Jangan Buang Ibu mengisahkan perjuangan Ristiana membesarkan ketiga anaknya: Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal wafat oleh sang suami (Dwi Sasono). Konflik memuncak ketika sebuah keputusan sepihak harus diambil akibat jeratan utang besar yang ditinggalkan mendiang suaminya, memicu dilema hebat dan kerenggangan di antara anak-anaknya.
Didukung oleh deretan bintang berbakat seperti Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra, film ini juga melibatkan Luna Maya dan Yasmin Napper di jajaran produser eksekutif.
Surabaya menjadi bagian penting dari safari promosi di 20 kota di Indonesia yang berlangsung sejak 30 Mei hingga 23 Juni 2026, di mana hampir di setiap titiknya, tiket bioskop habis terjual. (JM02)















