Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Langkah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mempererat sinergi dalam ekosistem Kelompok Usaha Bank (KUB) membuahkan hasil manis. Tak sekadar memenuhi tenggat regulasi, kolaborasi strategis bersama lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) anggota KUB sukses memacu kinerja konsolidasi perseroan hingga tumbuh signifikan sepanjang Semester I 2026.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa keterlibatan Bank Jatim sebagai Entitas Utama difokuskan untuk membangun ekosistem perbankan daerah yang tangguh, efisien, dan kompetitif.
“Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama,” ujar Winardi, Rabu (29/07).
Saat ini, portofolio KUB Bank Jatim memayungi lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Berbagai potensi kerja sama pun terus diakselerasi sesuai karakteristik dan keunggulan tiap daerah. Dengan Bank NTB Syariah, Kolaborasi difokuskan pada pengembangan bisnis layanan remitansi, memanfaatkan besarnya potensi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB. Saat ini kedua pihak tengah mematangkan integrasi sistem.
Kemudian Bank NTT, Kerja sama resiprokal berjalan makin solid. Pemanfaatan jasa kustodian mencatatkan tren positif melalui optimalisasi penempatan surat berharga. Selain itu, kesepakatan nilai fee layanan remitansi juga telah dicapai.
Selanjutnya Bank Banten, Penyelarasan ketentuan joint financing terus dimatangkan agar penyaluran pembiayaan bersama dapat berjalan lebih efektif dan sesuai koridor regulasi terakhir dengan Bank Sultra, Sinergi diarahkan pada pemenuhan dokumen perizinan ke pihak regulator untuk persiapan peluncuran layanan prioritas.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator, namun juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota.
”Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia,” tegasnya.
Kemitraan strategis ini tecermin langsung pada portofolio keuangan konsolidasi Bank Jatim hingga akhir Juni 2026:
- Total Aset: Menembus Rp 162,05 triliun, melonjak 37,16% (YoY) dari posisi periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 118,15 triliun.
- Penyaluran Kredit: Tumbuh signifikan sebesar 41,68% (YoY) menjadi Rp 111,28 triliun, dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat Rp 78,55 triliun.
- Laba Bersih: Melonjak pesat 53,49% (YoY) mendulang angka sekitar Rp 1,2 triliun, naik dari posisi tahun lalu sebesar Rp 811 miliar.
Capaian positif ini mempertegas keberhasilan strategi KUB dalam menciptakan nilai tambah (value creation) yang saling menguntungkan.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah,” tutup Winardi.(JM02)















