Home Umum Unesa Kukuhkan 1.514 Lulusan Wisuda Periode 121, Dorong Kesiapan Kerja dan Lahirkan...

Unesa Kukuhkan 1.514 Lulusan Wisuda Periode 121, Dorong Kesiapan Kerja dan Lahirkan Inovasi Inspiratif

0
5
Unesa Kukuhkan 1.514 Lulusan Wisuda Periode 121, Dorong Kesiapan Kerja dan Lahirkan Inovasi Inspiratif
Unesa Kukuhkan 1.514 Lulusan Wisuda Periode 121, Dorong Kesiapan Kerja dan Lahirkan Inovasi Inspiratif

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mengukuhkan kelulusan para mahasiswanya dalam Upacara Wisuda Periode ke-121 yang mengusung tema “Mewujudkan Unesa Berintegritas, Inovatif, dan Kolaboratif dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh”.

Prosesi Wisuda yang dilaksanakan di Graha Unesa pada hari Rabu (12/08/2026) mengukuhkan sebanyak 1.514 lulusan dari jenjang Sarjana Terapan (D-IV), Sarjana (S-1), Magister (S-2), hingga Doktor (S-3) resmi menyandang gelar akademis baru.

Momentum wisuda ini tidak sekadar menjadi penanda usainya masa studi, melainkan awal pembuktian kualitas lulusan di tengah masyarakat dan dunia kerja. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menegaskan bahwa indikator keberhasilan seorang sarjana kini tidak lagi terbatas pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau lamanya waktu kuliah.

“Keberhasilan seorang mahasiswa tidak berhenti ketika ia dinyatakan lulus. Ada ukuran lain, seperti seberapa cepat lulusan bekerja, melanjutkan studi, atau membangun usaha, serta reputasi mereka di mata pengguna,” ujar Prof. Martadi.

Untuk memastikan para lulusan siap bersaing di pasar kerja, Unesa membekali mahasiswa melalui empat indikator kinerja utama (Key Performance Indicators), mulai dari Program Pengembangan Karier (Probangkir), bursa kerja bersama mitra industri dan KADIN, program magang industri, hingga penerapan One Student One Certificate (OSOC) guna memberikan sertifikat kompetensi pendamping ijazah.

Sinergi antara kampus dan alumni juga terus diperkuat untuk memperluas peluang karier lulusan baru. Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Dr. Muhamad Sholeh, M.Pd., menyampaikan pentingnya jejaring alumni melalui Ikatan Alumni (IKA) Unesa sebagai jembatan antara dunia akademis dan industri.

“Menjadi alumni bukan sekadar perubahan status. Ada jejaring yang terus terhubung: dari alumni untuk almamater, dari alumni untuk mahasiswa, dan dari alumni untuk masyarakat,” tutur Dr. Muhamad Sholeh

BACA JUGA  Tim Dosen Unesa Bekali Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya

Prosesi wisuda ke-121 ini diwarnai oleh berbagai cerita inspiratif dari para wisudawan terbaik (pamuncak) yang menunjukkan daya tahan dan daya cipta tinggi selama menempuh pendidikan:

  • Nursamsu (Doktor Pendidikan Biologi / IPK 4,00)

Dosen Universitas Samudra, Aceh ini berhasil menyelesaikan studi S-3 dengan predikat sempurna di tengah tantangan bencana banjir besar yang melanda daerah asalnya. Ia berhasil mempertahankan riset disertasinya yang mengembangkan model pembelajaran Creative Inquiry Project (CIPro-Lab) berbasis kearifan lokal.

  • Weni Rahmawanti (Magister Pendidikan IPA / IPK 4,00)

Tenaga pendidik di SMKN 1 Nganjuk ini berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran E-Gamelan berbasis etnosains untuk membantu siswa memahami materi IPA secara lebih interaktif.

  • Ike Ayu Masithosari (D-IV Tata Busana / IPK 3,97)

Awalnya merasa asing dengan dunia menjahit, mahasiswi Vokasi ini justru berhasil meraih predikat Best Design lewat karya busana avant-garde yang terinspirasi dari arsitektur Rosslyn Chapel Skotlandia dengan eksperimen kristal boraks.

  • Habib Nihla Thohari (S-1 Ilmu Politik / IPK 3,91)

Putra seorang guru ngaji dan penenun asal Jepara ini membuktikan prestasinya sebagai penerima KIP Kuliah. Selain aktif di ajang debat nasional, ia memfokuskan risetnya pada strategi pencegahan tindakan bullying melalui Pendidikan Pancasila.

  • Defany Diah Pramudita (S-1 Manajemen / IPK 3,94)

Perempuan asal Ponorogo ini membagi waktunya dengan bekerja di gerai minuman demi membiayai kuliah. Kegigihannya teruji saat ia tetap menyelesaikan tugas akhir tepat waktu meski sempat mengalami cedera patah tulang saat menjalankan program Kampus Mengajar.

Kehadiran ribuan lulusan anyar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan dampak positif bagi pembangunan masyarakat di berbagai sektor. (JM02)