Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Sebagai perwujudan komitmen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mendukung ekosistem layanan ketenagakerjaan yang inklusif, Unesa meluncurkan sebuah inovasi penting berupa platform digital. Platform ini dirancang khusus untuk menjembatani angkatan kerja disabilitas dengan perusahaan dan industri yang membutuhkan tenaga kerja.
Platform ini diberi nama Jobdis (Job for Disability) dan merupakan hasil kolaborasi tim dosen UNESA, yaitu Budiyanto, Ima Kurrotun Ainin, Shelly Andari, dan Tim IT PIU Disability Innovation Center UNESA.
Budiyanto, guru besar disabilitas Unesa yang juga salah satu penanggung jawab pengembangan Jobdis, menjelaskan bahwa awalnya platform ini dikembangkan berbasis website. “Platform tersebut sekarang sudah dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis Android dan sudah tersedia di Play Store,” ucap Budiyanto Senin, (04/08).
Ia juga menambahkan Platform ini bertujuan menjembatani angkatan kerja disabilitas atau anak berkebutuhan khusus yang mencari pekerjaan dan memudahkan perusahaan atau industri untuk mendapatkan sumber daya penyandang disabilitas sesuai kebutuhan.
“Jaminan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sudah diatur dalam UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mewajibkan setiap perusahaan atau industri, pemerintah maupun swasta melibatkan minimal 1 sampai 2 persen penyandang disabilitas sebagai pegawai,” bebernya.
Shelly Andari, dosen penanggung jawab pengembangan aplikasi Jobdis, menambahkan bahwa platform ini menyediakan fitur utama Job Application untuk mencari dan melamar pekerjaan dengan cepat.
Selain itu, tersedia juga fitur career counseling atau konseling karir, dan layanan pemetaan karir yang bisa digunakan penyandang disabilitas mengetahui potensi dan kepribadian yang lebih cocok dengan pekerjaan tertentu.
“Jadi ada semacam tes sederhana untuk mengetahui potensi, termasuk minat dan kepribadian mereka, sehingga mereka bisa melamar di posisi atau pekerjaan yang lebih sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka,” paparnya.
Shelly juga menyampaikan bahwa aplikasi tersebut sudah diuji coba kepada sekelompok penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang, termasuk tunanetra, tunarungu, dan pengguna kursi roda. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mayoritas pengguna merasa lebih mudah mengakses informasi kerja melalui aplikasi tersebut.
“Kendati demikian, masih ada beberapa masukan sebagai bahan pengembangan ke depan seperti perlunya mengintegrasikan aplikasi dengan fitur pembaca layar (screen reader) yang lebih responsif,” tambahnya.
Peluncuran Jobdis adalah perwujudan komitmen Unesa dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, dan membuka harapan baru bagi penyandang disabilitas dengan menjembatani mereka ke dunia kerja melalui sinergi teknologi dan dunia usaha di era transformasi digital (JM02)















