Arumi Bachsin : Jadi Cantik dan Ganteng saja Tidaklah Cukup

0
11
Arumi Menilai Jadi Cantik dan Ganteng saja Tidaklah Cukup
Arumi Bachsin : Jadi Cantik dan Ganteng saja Tidaklah Cukup

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Ketua TP PKK Prov Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa menjadi seorang yang cantik atau ganteng tidaklah cukup. Perawakan tersebut harus diimbangi dengan etos kerja yang tinggi.

“Mohon ijin, ngapunten, karena cantik aja ndak cukup. Kalau ngomongin cantik bagaikan langit bahwa di atas langit masih ada langit,” ujar Arumi Bachsin saat menghadiri Grand Final Top Model Indonesia Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya, Sabtu (7/11/2020).

Karena itu, lanjutnya, hal kecantikan dan ketampanan tidak harus dijadikan hal yang berlebihan. Sebab, apa yang dimiliki ternyata masih jauh lebih ada yang memilikinya.

Arumi Bachsin : Jadi Cantik dan Ganteng saja Tidaklah Cukup
Ketua TP PKK Prov Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak

“Kalau diri saya merasa diri saya cantik pas ternyata saya menengok kiri dan ke kanan masih ada yang lebih cantik lagi, masih banyak,” ungkapnya.

Baca juga : Ketua TP PKK Arumi Bagi Sembako ke Kampung Dolanan dan Tanah Merah Surabaya

Kecantikan dan kegantengan, menurut Arumi, harus diimbangi dengan etos kerja yang tinggi. Sebab, didalam aspek tersebut memiliki kompleksitas yang tinggi dalam membentuk jati diri seseorang. Termasuk di dunia modeling.

“Jadi sepengetahuan saya, baik menurut pengalaman yang saya alami dan yang saya lihat, menjadi seorang model itu ternyata tidak hanya dituntut dari enak dipandang mata saja, tapi juga dituntut memiliki etos kerja yang tinggi,” tambah Arumi.

Arumi juga menjelaskan, menjadi model itu kerjanya satu tapi yang terlibat dalam satu project melibatkan banyak orang. Dan beban yang dimiliki seorang model berat. Dan itu dituntut etos kerja yang tinggi. Namun demikian, lanjut Arumi. dirinya berharap agar para anak muda zaman now harus tetap bersemangat untuk mengejar angan-angan mereka.

Baca juga : Wagub Emil Apresiasi Gelaran DIY Festival 2020

“Tetapi harapannya ini bukan menjadi beban, tetapi menjadi tantangan yang bisa dilalui oleh anak-anak muda zaman sekarang yang luar biasa,” pinta istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Sementara seperti apa yang dimaksud Etos kerja itu ? Arumi menjelaskan yakni jangan pernah terlambat ketika waktu kerja. Karena, yang rugi bukan diri sendiri tapi banyak orang. Kemudian, jangan kebanyakan main handphone saat bekerja. Itu masalah sepele sebenarnya tapi itu menjadi tolak ukur.

Arumi juga berharap pada para orang tua, agar terus mensupport dan mengarahkan anak-anak mereka pada jalur yang tepat. Karena, dukungan para orang dinilai sangat besar fungsinya.

“Karena dalam berkarier siapapun juga ternyata peran seorang pendukung juga sangat besar,” urainya.

Baca juga : Sherlin Tsu Alih Profesi dari Modeling Jadi Gamer Profesional

Sementara itu, Founding YPPMI, Roy Mahieu mengatakan, acara yang dilaksanakan sudah kedua kalinya di Jatim ini, diharapkan bisa terlaksana lagi di tahun mendatang, dan bisa menampung minat millenial Jatim lebih banyak lagi, utamanya untuk menjadi model dan artis.

Lomba yang diikuti 200 peserta dari seluruh Jatim itu diharapkan dapat memunculkan generasi millenial berbakat yang baru dari Jatim.

“Kami juga berharap bisa membantu UKM di Jatim berupa batik untuk memperagakannya,” jelasnya. (JM01)